format

Universitas Konservasi

Universitas Negeri Semarang

FORMAT UNNES

Forum Mahasiswa Tegal UNNES

Embung

fasilitas yang ada di UNNES untuk menaggulangi banjir

Delegasi Format UNNES

dalam rangka pembentukan FORMAT Semarang di Kampus 3 IAIN Walisongo Semarang.

Sosialisasi 2013

FORMAT UNNES bersosialisasi SNMPTN 2013 di SMA, SMK, MAN Kota dan Kab. Tegal

Selasa, 08 Januari 2013

Gubernur Jateng : Kabupaten Tegal Memiliki Potensi Besar



Gubernur Jawa Tengah, H Bibit Waluyo saat memberikan keterangan dihadapan awak media usai melantik Bupati Tegal, H Moch Hery Soelistiyawan, SH MHum.



SLAWI - Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo menilai Kabupaten Tegal sebagai daerah otonomi memiliki potensi yang besar dan luar biasa. Potensi tersebut baik berupa kekayaan laut maupun kekayaan alam pegunungan.

Selain itu, di wilayah Kecamatan Talang dengan pengrajin produk logamnya merupakan salah satu potensi unggulan di Jawa Tengah

"Tegal punya potensi yang besar, seperti di Kecamatan Talang dengan produk logamnya," kata Bibit.

Oleh karena itu, pemerintah harus mendukung  dan mendampingi dengan modal sehingga pengrajin terus meningkat.

"Apalagi pada tahun 2014, Indonesia akan menjalin kerja sama dengan negara-negara ASEAN untuk bidang ekonomi dan perdagangan," tegasnya.

Sehingga Kabupaten Tegal, lanjut Bibit, harus terus mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar lebih baik dan semakin meningkat. Jika SDM rendah maka daerah bakal tertinggal.

"Jawa Tengah merupakan sentral ekonomi Indonesia. Dimana saat ini, Jateng mampu memberikan kontribusi beras nasional sekitar 16 persen," paparnya

Guna mempertahankan itu, Bibit meminta agar Kabupaten Tegal dapat memanfaatkan lahan pertanian yang dimilikinya dengan baik dan maksimal.

"Lahan pertanian harus di pertahankan, jangan semuanya dirubah menjadi perumahan penduduk," pintanya.

Sementara itu Bupati Tegal, H Moch Hery Soelistiyawan, SH MHum usai dilantik mengatakan akan menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah dan program pembangunan disisa masa jabatannya yang belum terselesaikan.

"Insya Alloh  sejumlah program pembangunan yang belum selesai akan saya lanjutkan, seperti pembangunan terminal slawi dan lainnya," Ungkapnya. (Hasan)

Gubernur Lantik Herry Jadi Bupati Tegal



SLAWI-Setelah melaksanakan masa jabatan menjadi Pelaksana Tugas Bupati Tegal, hari Kamis (03/01), HM Herry Soelistyawan, SH, MHum dilantik menjadi Bupati definitif untuk masa jabatan tahun 2008-2013 melalui sebuah acara pelantikan yang sederhana.

Pelantikan Herry oleh Gubernur Jawa Tengah, dilaksanakan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaetn Tegal, yang bertempat di ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tegal.

Rapat Paripurna dihadiri oleh sekitar 600 undangan, selain anggota DPRD sendiri, juga Forkompinda.

Serta Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Pengadilan, Kepala Kantor Kemenag, Komandan Brigif Dewa Ratna, Komandan Sat Radar Wirasaba, Komandan Korem Purwokerto, Bupati dan Walikota tetangga, para Kepala SKPD, Camat, Lurah, Kepala Desa se Kabupaten Tegal, Kepala dan Direktur BUMD, Keluarga besar Herry dan istri, para Mubaligh dan tokoh masyarakat lainnya.

Rapat Paripurna dibuka oleh Ketua DPRD H Rojikin, AH.

Setelah pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris DPRD, Abul Honi, SH, MM, Herry diambil sumpah dan kemudian dilantik oleh Gubernur Jawa Tengah, H Bibit Waluyo.

Dilanjutkan pemasangan tanda kepangkatan oleh Gubernur, kemudian penandatangan Berita Acara Pelantikan oleh Herry, kemudian Gubernur dilanjutkan oleh saksi, yaitu rohaniawan.

Selesai melantik, H Bibit Waluyo, yang pernah bertugas di Kabupaten Tegal yaitu pada tahun 1985, memberikan sambutan.

Mengawali sambutannya Gubernur menyampaikan selamat kepada Bupati Tegal yang baru dilantik juga kepada masyarakat yang telah mempunyai Bupati baru.

Mengenai Bupati definitif yang selama ini sudah melaksanakan tugas sebagai bupati, Bibit mengatakan bahwa untuk melaksanakan tugas tinggal melanjutkan saja.

"Bupati Tegal yang definitif, selama ini sudah melaksanakan tugas Bupati, jadi aba-abanya singkat, yaitu lanjutkan", kata Bibit.

Bibit juga mensoroti, salah satu potensi di Kabupaten Tegal, yaitu Talang yang merupakan sentra usaha mikro.

Menurutnya produk di Talang, merupakan produk unggulan yang telah mempunyai daya saing tinggi, jadi harus terus dipelihara baik kualitas, kuantitas maupun kontinuitasnya, mengingat untuk tahun 2014 akan ada persaingan yang sangat tinggi di masyarakat dunia.

"Jadi tugas pemerintah adalah untuk mendampingi, baik modal, teknologi dan juga peluang pasarmya", tambah Bibit.

Gubernur juga menunjukkan potensi-potensi lainnya yang dimiliki oleh Kabupaten Tegal, dan bila terjadi kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif sehingga mampu menggerakkan masyarakat untuk mengolah potensi yang ada, maka akan tercipta Kabupaten Tegal yang sejahtera.

Setelah Rapat Paripurna ditutup oleh ketua DPRD, Bupati dan istri mendapatkan ucapan selamat dari para tamu undangan, namun terbatas. [Hikmah]

Plt Bupati Tegal Canangkan Program �MAPU�



Plt Bupati Tegal, H Moch Hery Soelistiyawan, SH MHum saat memberikan selamat saat pencanangan 'Mubaligh Annur Peduli Umat' (MAPU).



SLAWI - Upaya dalam rangka memberikan dakwah kepada kaum muslimin dan muslimat di Kabupaten Tegal khususnya di wilayah Kota Slawi dan sekitarnya, ditempuh Pondok Pesantren Annur yang berada dibawah naungan Yayasan Kawit Annur Slawi dengan dengan mencanangkan Program MA'PU yakni Mubaligh Annur Pembina Umat.

Pencanangan program MA'PU tersebut digelar bersamaan dengan pertemuan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes), Pimpinan Majelis Taklim se Kabupaten Tegal dan penyerahan SK Ponpes Annur yang diresmikan langsung oleh Plt Bupati Tegal, H Moch Hery Soelistiyawan, SH MHum di Ponpes Annur Kalisapu - Slawi, Jum'at (14/12) lalu.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Seksi Pekapontren Kemenag Kabupaten Tegal, Drs H Banu Hamdan, M.Pd, Pembina Yayasan Kawit Annur, HM Kasriyanto dan pengasuh Ponpes / Majlis Taklim se Kabupaten Tegal.

Pembina Yayasan Kawit Annur, H Moch Kasriyanto mengatakan pencanangan MA'PU oleh Ponpes Annur dimaksudkan untuk menggali potensi dakwah ditengah masyarakat yang pada saat sekarang semakin sulit untuk mendapatkan Ustadz / Mubaligh dalam setiap pengisian dakwah maupun pengajian.

"Dengan terbentuk dan dicanangkannya program 'MA'PU ini, mudah-mudahan akan semakin menggiatkan Syiar Islam di Kota Slawi dan sekitarnya," katanya.

Selain itu, lanjut Kasriyanto, adanya MAPU juga diharapkan mampu menjadi sarana membentengi umat Islam dari pengaruh budaya yang semakin jauh dari akidah dan syariat Islam.

"MAPU juga diharapkan menjadi sarana membentengi pengaruh budaya dengan akidah dan syariat Islam. Dimana saat ini, dirasa pengaruh budaya telah jauh merasuki umat Islam," tegasnya.

Sementara itu Plt Bupati Tegal, H Moch Hery Soelistiyawan, SH MHum yang berkesempatan hadir menyambut baik atas diselenggarakannya pertemuan rutin pengasuh Pondok Pesantren dan Pimpinan Majelis Taklim se Kabupaten Tegal karena dapat menambah wawasan ilmu atau pengetahuan dibidang Agama Islam.

"Saya menyambut baik acara pertemuan ini, selain menambah wawasan ilmu agama juga sekaligus sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dan mempercepat ukuhwah islamiyah," katanya.

Menurut Plt Bupati, masalah ukhuwah Islamiyah yang mencakup ukhuwah basyariah dan ukhuwah wathoniyah, bukan saja penting dan mendasar bagi terwujudnya kerukunan dan persaudaraan diantara kaum muslimin. Melainkan juga bagi terwujudnya iklim sejuk yang harmonis dan dinamis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Karena tegak mantapnya ukhuwah Islamiyah, merupakan tonggak yang kokoh bagi aktualisasi kehidupan yang aman, tentram, damai dan sejahtera lahir batin, sebagaimana yang tercermin pada peri kehidupan Masyarakat Madani. Peri kehidupan itulah yang hendaknya dapat dimanifestasikan dalam kehidupan kita yang majemuk," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan SK Pondok Pesantren Annur oleh Kepala Seksi Pekapontren, Drs H Banu Hamdan, M.Pd yang mewakili Kepala Kemenag Kabupaten Tegal dan diterima langsung oleh Pengasuh Ponpes Annur Slawi, Ustad Shodrodin disaksikan oleh Plt Bupati Tegal dan segenap tamu undangan. (Hasan)

Apel Bersama Awali Tahun Anggaran Baru



Suasana Apel Bersama, Rabu (02/01).

SLAWI-Dalam rangka memulai hari pertama bekerja di tahun 2013, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal mengadakan apel bersama di lapangan Setda pada hari Rabu (02/01), yang diikuti oleh semua Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemkab Tegal.

Dengan berseragam dinas sesuai dengan harinya, hari Rabu, yaitu lurik, kecuali untuk Kantor Satpol PP dan petugas pemadam kebakaran, baik pejabat dari Eselon IV sampai dengan II, juga para staf, tertib mengikuti jalannya apel, di bawah langit yang mendung.

Sebagai pengambil apel adalah Plt Bupati Tegal, HM Herry Soelistyawan, SH, MHum, yang mengenakan seragam lurik juga.

Mengawali amanatnya Plt Bupati menyampaikan selamat kepada semua peserta apel.

"Selamat memasuki tahun anggaran 2013, yang akan segera dimulai", kata Herry.

"Semoga dalam bekerja, kita memiliki dedikasi yang lebih baik, sehingga prestasi yang telah kita raih di tahun 2012 kemarin, dapat kita pertahankan, bahkan bisa lebih baik", tambahnya.

Herry juga mengucapkan terima kasih kepada semuanya karena telah menjalankan pekerjaannya di tahun anggaran 2012 sesuai dengan tupoksinya, dan mampu menyelesaikan program-programnya dengan baik pula.

Mengenai reformasi birokrasi yang sudah berjalan 5 tahun, guna mewujudkannya, Plt Bupati menghimbau khususnya kepada para PNS di lingkungan Pemkab Tegal, untuk senantiasa menerapkan  etos kerja sesuai dengan Tri Sanja karena hal tersebut merupakan elemen yang harus dibangkitkan kembali dalam bekerja, yaitu sebagai abdi Negara dan masyarakat.

Untuk Program PATEN yang sudah mulai digulirkan, Herry menyampaikan apresiasi atas kerjasama dan perhatian para camat.

"Terima kasih kepada para Bapak dan Ibu Camat yang telah meyediakan rumah PATEN", cetus Herry.

Di tahun 2013 ini, juga dirinya menginginkan agar pelayanan kepada masyarakat lebih ditingkatkan lagi, salah satunya adalah dalam hal perijinan agar lebih bisa cepat dalam pelayanannya, karena hal tersebut berkaitan dengan PAD.

Juga dengan telah ditetapkannya APBD, pada tanggal 31 Desember 2012 kemarin, Herry menghimbau agar para Kepala SKPD beserta bawahannya mempersiapkan sebaik mungkin, agar program di tahun 2013 yang telah dicanangkan, berhasil dengan baik.

Dalam menyambut Pilkada Gubernur, bulan Mei mendatang, pria yang pernah menjabat sebagai Sekda Kabupaten Tegal ini juga berpesan agar para PNS di lingkungannya tidak ikut-ikutan sebagai tim sukses siapapun, tetapi tetap bekerja dengan tujuan pengabdian kepada Negara dan masyarakat. [Hikmah]

Pelantikan Ketua TP PKK Kabupaten Tegal



SLAWI - Seiring dengan pergantian pimpinan, dalam hal ini di pemerintahan Kabupaten Tegal, yaitu dengan telah dilantiknya Herry Soelistyawan menggantikan bupati sebelumnya, yaitu Agus Riyanto, maka ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal yang melekat pada istri bupati pun berganti pula.

Maka setelah agenda acara pelantikan bupati, Kamis (03/01), tidak berselang lama, diadakan acara  pelantikan dan serah terima ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal, di salah satu ruangan di Gedung A Setda  Kabupaten Tegal.

Dalam kesempatan itu Marhamah Agus Riyanto berhalangan hadir dan diwakilkan oleh Denny Suhartono, istri Ir Suhartono, MM, Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tegal.

Setelah Suspriyanti Herry Soelistyawan, dilantik oleh ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, yaitu Hj Sri Bibit Waluyo menjadi ketua TP PKK Kabupaten Tegal periode tahun 2008-2013, dilanjutkan penandatanganan berita acara serah terima, dan penyerahan buku memori PKK serta plakat kenang-kenangan.

Bupati Tegal, HM Herry Soelistyawan, SH, MHum yang hadir selaku Dewan Penyantun TP PKK Kabupaten Tegal, dalam sambutannya meminta agar dibawah kepengurusan yang baru, PKK Kabupaten Tegal lebih memasyarakat sampai dengan  kalangan bawah di pedesaan, agar manfaatnya mengena, dapat dirasakan di masyarakat.

Juga dengan 10 program PKK, diharapkan untuk lebih memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mengetahui akan tujuan program tersebut. Bahkan diminta lebih memberikan motivasi dan menggugah kesadaran, hingga mengetahui program PKK, disamping membangun citra positif dan dan mitra antara pemerintah dan stokeholder.

Sementara itu, Hj Sri Bibit Waluyo, yang sudah tidak asing lagi dengan Kabuapten Tegal, karena mengikuti suaminya bertugas pada tahun 1985, mengharapkan agar di bawah kepengurusan yang baru, kedepannya lebih maju lagi, dan optimis ketua TP PKK baru akan sanggup menggalang dan memanfaatkan kemampuan yang ada untuk kemajuan TP PKK Kabupaten Tegal.

Dirinya juga menghimbau agar dibawah ketua yang baru, bekerja dengan penuh keikhlasan demi kemajuan PKK Kabupaten Tegal, meskipun dalam bekerja tidak mendaptkan gaji.

Mengakhiri sambutannya istri Gubernur Jawa Tengah tersebut tak lupa menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Marhamah Agus Riyanto, karena telah melaksanakan tugasnya.

"Terima kasih kepada Ibu Agus Riyanto, yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik", pungkasnya. [Hikmah]

PAP GUCI



SEJARAH

Guci terletak di kaki Gunung Slamet bagian Utara, dengan ketinggian sekitar 1.500 meter dari permukaan air laut mempunyai udara yang sejuk dengan suhu sekitar 20 derajat celcius.
Cerita tentang GUCI berawal dari sebuah pedukuhan yang bernama Kaputihan. Kaputihan berarti yang belum tercemar atau masih suci, yang berarti daerah Kaputihan belum tercemar oleh agama dan peradaban lain. Istilah Kaputihan pertama kali yang memperkenalkan adalah Beliau yang dikenal dengan Kyai Ageng Klitik (Kyai Klitik) yang nama sesungguhnya adalah Raden Mas Arya Hadiningrat asal dari Demak. Setelah Beliau Kyai Klitik menetap dan tinggal cukup lama di Lereng Gunung Slamet (kampung Kaputihan) maka banyak warga yang berdatangan dari tempat lain sehingga kampung Kaputihan menjadi ramai. Suatu ketika datanglah Syech Elang Sutajaya utusan Sunan Gunungjati (Syeh Syarief Hidayatulloh) dari pesantren Gunungjati Cirebon untuk syiar islam.
Dan kebetulan di kampung Kaputihan sedang terjadi pagebluk (bencana alam, penyakit merajalela, tanaman diserang hama dsb), sehingga Beliau Elang Sutajaya memohon petunjuk kepada Alloh SWT dengan semedi kemudian Alloh SWT member petunjuk, supaya masyarakat kampung Kaputihan meningkatkan iman dan taqwanya kepada Alloh SWT dengan menggelar tasyakuran, memperbanyak sedekah dan yang terkena wabah penyakit khususnya gatal-gatal agar meminun air dari kendi (Guci) yang sudah dido’akan oleh Sunan Gunungjati. Dalam kesempatan itu pula Sunan Gunungjati berkenan mendo’akan sumber air panas di kampong Kaputihan agar bisa dipergunakan untuk menyembuhkan segala penyakit. Semenjak itu karena kendi (guci) berisi air yang sudah dido’akan oleh Sunan Gunungjati ditinggal dikampong Kaputihan dan selalu dijadikan sarana pengobatan. Maka sejak saat itu masyarakat sekitar menyebut-nyebut Guci-guci. Sehingga Kyai Klitik selaku Kepala Dukuh Kaputihan Merubahnya menjadi Desa Guci, dan Beliau sebagai Lurah pertamanya.
Guci peninggalan Elang Sutajaya itu berada di Musium Nasional setelah pada pemerintahan Adipati Brebes Raden Cakraningrat membawanya ke Musium.
Sumber : Dinas Pariwisata & Budaya Kab. Tegal.



AKSES
Dari arah Semarang, pengunjung dapat menggunakan bus jurusan Semarang-Tegal. Setelah sampai di Terminal Tegal, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum (minibus) menuju Desa Tuwel yang memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit. Dari Tuwel, perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan bak terbuka menuju Guci. Dengan kendaraan tersebut, perjalanan sekitar 30 menit dengan ongkos Rp 5.000 akan mengantar pengunjung sampai tempat wisata GUCI.


FASILITAS UMUM

A.  Pemandian Air panas terbuka :
•    Pancuran 13
•    Pancuran  7
•    Pancuran 5
•    Kolam renang (Duta Wisata, Barokah, Mega indah)

B.  Pemandian Air panas tertutup :
•    Ada 20 kamar tertutup

C.  Wisata alam :
•    Out bound
•    Wana wisata
•    Pendakian bukit perkasa

D.  Kuda wisata :
OW Guci ada 43 kuda wisata terlatih

E.  Hotel :
Jumlah Hotel di Obyek Wisata Guci :
•    Hotel Duta Wisata
•    Hotel Mega indah
•    Hotel Brahma Lestari
•    Hotel Bukit Indah
•    Hotel Permata hijau
•    Hotel Guci Mas
•    Hotel Guci kencana
•    Hotel Janoko

F.  Villa
Ada 14 Villa di OW Guci (data terlampir)

G.  Pondok Wisata
Yang dimaksud Pondok wisata adalah Rumah penduduk yang disewakan untuk pengunjung (data terlampir) yang telah mendapat izin oleh UPTD pengelola OW Guci.

H.  Kios souvenir
Disediakan Cinderamata produksi hasil Home industry masyarakat Desa Guci yaitu, manisan ciremai, papaya, Jus strawberry, dll.

I.  Agro Wisata
Di Obtek Wisata Guci ada berbagai tanaman yaitu :
•    Kebun strawberry
•    Kebun wortel
•    Kebun kubis

J.  Air Terjun dan Mata air :
•    Air terjun Jedor
•    Air terjun sruwit
•    Air terjun sigedong
•    Air terjun pengantaian
•    Air terjun kembar
•    Air terjun awu
•    Air terjun capit urang

K.  Mata Air (TUK) :
•    Tuk vagina
•    Tuk sengang
•    Tuk konyal
•    Tuk kesepuhan
•    Tuk pengasihan
•    Tuk teyeng


FASILITAS SOSIAL
1.    Musholla
2.    WC/ Toilet
3.    Parkir
Ada 3 tempat, yaitu :    
•    Pasar (khusus kendaraan besar)
•    Terminal atas (untuk kendaraan kecil)
•    Terminal bawah (untuk kendaraan truk/Bus)


INFORMASI
Dukuh Pekandangan Kel. Rembul, Kec. Bojong – Tegal

Pantai PUR-IN



Suburnya tumbuhan nyiur meneduhkan suasana di tepi pantai. Kenyamanan ini semakin bertambah indah ketika pandangan mata tertuju pada ombak laut berwarna biru jernih serta berombak tenang. Pesisir pantai pun dapat dinikmati dari tengah laut. Suasana demikian tergambar nyata di obyek wisata alam Pantai Purwahamba Indah Kabupaten Tegal.
Suatu kawasan Laut Jawa yang indah, dengan tumbuhan nyiur yang subur, serta gelombang ombak yang tidak terlalu besar dan warna airnya biru jernih. Ditempat ini memang sangat ideal untuk rekreasi, santai, terlebih lagi bagi mereka yang sedang melakukan perjalanan jauh melewati jalur lalu-lintas antara Jakarta-Surabaya lewat pantai utara dapat beristirahat sejenak untuk refreshing.


HARGA TIKET MASUK
Harga Tiket Masuk Untuk Hari Biasa :
-    Dewasa        : Rp. 3.000,- + Asuransi Jasa Raharja
-    Anak-anak    : Rp. 2.500,- + Asuransi Jasa Raharja

Harga Tiket Masuk Untuk Hari Libur/Tanggal Merah
-    Dewasa         : Rp. 3.500,- + Asuransi Jasa Raharja
-    Anak-anak     : Rp. 3.000,- + Asuransi Jasa Raharja

Diskon untuk pengunjung rombongan :
•    Untuk 25-50 Orang   : 10%
•    Untuk 50-100 Orang : 15%
•    Untuk > 100 Orang   : 20%


AKSES
Jarak tempuh dari terminal bus kota Tegal + 14 km kearah timur jurusan Pemalang – Pekalongan - Semarang. Dapat ditempuh dengan kendaraan umum antara lain : bus & colt mini.


FASILITAS UMUM PANTAI PUR IN
•    Kolam Renang Internasional
•    Waterboom
•    Sepeda Air
•    Kereta Mini
•    Kebun Binatang Mini
•    Taman Ria
•    Dermaga
•    Gazebo
•    Shelter
•    Ruang Pertemuan
•    CafĂ©


FASILITAS SOSIAL
•    Hotel Melati
•    Toilet / WC
•    Musholla
•    Tempat Parkir


INFORMASI
Jl. Raya Tegal – Pemalang Km. 14 Tegal, Telp. (0283) 3298180