format

Universitas Konservasi

Universitas Negeri Semarang

FORMAT UNNES

Forum Mahasiswa Tegal UNNES

Embung

fasilitas yang ada di UNNES untuk menaggulangi banjir

Delegasi Format UNNES

dalam rangka pembentukan FORMAT Semarang di Kampus 3 IAIN Walisongo Semarang.

Sosialisasi 2013

FORMAT UNNES bersosialisasi SNMPTN 2013 di SMA, SMK, MAN Kota dan Kab. Tegal

Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Januari 2013

PAP GUCI



SEJARAH

Guci terletak di kaki Gunung Slamet bagian Utara, dengan ketinggian sekitar 1.500 meter dari permukaan air laut mempunyai udara yang sejuk dengan suhu sekitar 20 derajat celcius.
Cerita tentang GUCI berawal dari sebuah pedukuhan yang bernama Kaputihan. Kaputihan berarti yang belum tercemar atau masih suci, yang berarti daerah Kaputihan belum tercemar oleh agama dan peradaban lain. Istilah Kaputihan pertama kali yang memperkenalkan adalah Beliau yang dikenal dengan Kyai Ageng Klitik (Kyai Klitik) yang nama sesungguhnya adalah Raden Mas Arya Hadiningrat asal dari Demak. Setelah Beliau Kyai Klitik menetap dan tinggal cukup lama di Lereng Gunung Slamet (kampung Kaputihan) maka banyak warga yang berdatangan dari tempat lain sehingga kampung Kaputihan menjadi ramai. Suatu ketika datanglah Syech Elang Sutajaya utusan Sunan Gunungjati (Syeh Syarief Hidayatulloh) dari pesantren Gunungjati Cirebon untuk syiar islam.
Dan kebetulan di kampung Kaputihan sedang terjadi pagebluk (bencana alam, penyakit merajalela, tanaman diserang hama dsb), sehingga Beliau Elang Sutajaya memohon petunjuk kepada Alloh SWT dengan semedi kemudian Alloh SWT member petunjuk, supaya masyarakat kampung Kaputihan meningkatkan iman dan taqwanya kepada Alloh SWT dengan menggelar tasyakuran, memperbanyak sedekah dan yang terkena wabah penyakit khususnya gatal-gatal agar meminun air dari kendi (Guci) yang sudah dido’akan oleh Sunan Gunungjati. Dalam kesempatan itu pula Sunan Gunungjati berkenan mendo’akan sumber air panas di kampong Kaputihan agar bisa dipergunakan untuk menyembuhkan segala penyakit. Semenjak itu karena kendi (guci) berisi air yang sudah dido’akan oleh Sunan Gunungjati ditinggal dikampong Kaputihan dan selalu dijadikan sarana pengobatan. Maka sejak saat itu masyarakat sekitar menyebut-nyebut Guci-guci. Sehingga Kyai Klitik selaku Kepala Dukuh Kaputihan Merubahnya menjadi Desa Guci, dan Beliau sebagai Lurah pertamanya.
Guci peninggalan Elang Sutajaya itu berada di Musium Nasional setelah pada pemerintahan Adipati Brebes Raden Cakraningrat membawanya ke Musium.
Sumber : Dinas Pariwisata & Budaya Kab. Tegal.



AKSES
Dari arah Semarang, pengunjung dapat menggunakan bus jurusan Semarang-Tegal. Setelah sampai di Terminal Tegal, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum (minibus) menuju Desa Tuwel yang memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit. Dari Tuwel, perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan bak terbuka menuju Guci. Dengan kendaraan tersebut, perjalanan sekitar 30 menit dengan ongkos Rp 5.000 akan mengantar pengunjung sampai tempat wisata GUCI.


FASILITAS UMUM

A.  Pemandian Air panas terbuka :
•    Pancuran 13
•    Pancuran  7
•    Pancuran 5
•    Kolam renang (Duta Wisata, Barokah, Mega indah)

B.  Pemandian Air panas tertutup :
•    Ada 20 kamar tertutup

C.  Wisata alam :
•    Out bound
•    Wana wisata
•    Pendakian bukit perkasa

D.  Kuda wisata :
OW Guci ada 43 kuda wisata terlatih

E.  Hotel :
Jumlah Hotel di Obyek Wisata Guci :
•    Hotel Duta Wisata
•    Hotel Mega indah
•    Hotel Brahma Lestari
•    Hotel Bukit Indah
•    Hotel Permata hijau
•    Hotel Guci Mas
•    Hotel Guci kencana
•    Hotel Janoko

F.  Villa
Ada 14 Villa di OW Guci (data terlampir)

G.  Pondok Wisata
Yang dimaksud Pondok wisata adalah Rumah penduduk yang disewakan untuk pengunjung (data terlampir) yang telah mendapat izin oleh UPTD pengelola OW Guci.

H.  Kios souvenir
Disediakan Cinderamata produksi hasil Home industry masyarakat Desa Guci yaitu, manisan ciremai, papaya, Jus strawberry, dll.

I.  Agro Wisata
Di Obtek Wisata Guci ada berbagai tanaman yaitu :
•    Kebun strawberry
•    Kebun wortel
•    Kebun kubis

J.  Air Terjun dan Mata air :
•    Air terjun Jedor
•    Air terjun sruwit
•    Air terjun sigedong
•    Air terjun pengantaian
•    Air terjun kembar
•    Air terjun awu
•    Air terjun capit urang

K.  Mata Air (TUK) :
•    Tuk vagina
•    Tuk sengang
•    Tuk konyal
•    Tuk kesepuhan
•    Tuk pengasihan
•    Tuk teyeng


FASILITAS SOSIAL
1.    Musholla
2.    WC/ Toilet
3.    Parkir
Ada 3 tempat, yaitu :    
•    Pasar (khusus kendaraan besar)
•    Terminal atas (untuk kendaraan kecil)
•    Terminal bawah (untuk kendaraan truk/Bus)


INFORMASI
Dukuh Pekandangan Kel. Rembul, Kec. Bojong – Tegal

Pantai PUR-IN



Suburnya tumbuhan nyiur meneduhkan suasana di tepi pantai. Kenyamanan ini semakin bertambah indah ketika pandangan mata tertuju pada ombak laut berwarna biru jernih serta berombak tenang. Pesisir pantai pun dapat dinikmati dari tengah laut. Suasana demikian tergambar nyata di obyek wisata alam Pantai Purwahamba Indah Kabupaten Tegal.
Suatu kawasan Laut Jawa yang indah, dengan tumbuhan nyiur yang subur, serta gelombang ombak yang tidak terlalu besar dan warna airnya biru jernih. Ditempat ini memang sangat ideal untuk rekreasi, santai, terlebih lagi bagi mereka yang sedang melakukan perjalanan jauh melewati jalur lalu-lintas antara Jakarta-Surabaya lewat pantai utara dapat beristirahat sejenak untuk refreshing.


HARGA TIKET MASUK
Harga Tiket Masuk Untuk Hari Biasa :
-    Dewasa        : Rp. 3.000,- + Asuransi Jasa Raharja
-    Anak-anak    : Rp. 2.500,- + Asuransi Jasa Raharja

Harga Tiket Masuk Untuk Hari Libur/Tanggal Merah
-    Dewasa         : Rp. 3.500,- + Asuransi Jasa Raharja
-    Anak-anak     : Rp. 3.000,- + Asuransi Jasa Raharja

Diskon untuk pengunjung rombongan :
•    Untuk 25-50 Orang   : 10%
•    Untuk 50-100 Orang : 15%
•    Untuk > 100 Orang   : 20%


AKSES
Jarak tempuh dari terminal bus kota Tegal + 14 km kearah timur jurusan Pemalang – Pekalongan - Semarang. Dapat ditempuh dengan kendaraan umum antara lain : bus & colt mini.


FASILITAS UMUM PANTAI PUR IN
•    Kolam Renang Internasional
•    Waterboom
•    Sepeda Air
•    Kereta Mini
•    Kebun Binatang Mini
•    Taman Ria
•    Dermaga
•    Gazebo
•    Shelter
•    Ruang Pertemuan
•    CafĂ©


FASILITAS SOSIAL
•    Hotel Melati
•    Toilet / WC
•    Musholla
•    Tempat Parkir


INFORMASI
Jl. Raya Tegal – Pemalang Km. 14 Tegal, Telp. (0283) 3298180

Tirta Waduk Cababan




SEJARAH Waduk cacaban mulai digagas sejak tahun 1914 dan dibuat perencanaan detailnya pada tahun 1930 oleh pemerintah kolonial Belanda. Pembangunan fisiknya dimulai pada tahun 1952 dimana peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno pada tanggal 16 September 1952, dan selesai pembangunannya pada tahun 1958 diresmikan penggunaanya oleh penjabat Presiden Mr. Sartono pada tanggal 19 Mei 1958. Sejak saat itu secara resmi waduk Cacaban dioperasionalkan hingga sekarang.
Selama operasional, telah banyak kegiatan yang dilakukan dalam rangka menjaga fungsi waduk, baik yang bersifat pemeliharaan maupun pembangunan. Waduk Cacaban selain mempunyai fungsi utama sebagai sumber air untuk irigasi, juga merupakan potensi wisata yang dapat dikembangkan sebagai wisata air maupun wisata alam. Kawasan wisata alam waduk Cacaban merupakan salah satu aset Pemerintah Kabupaten Tegal sebagai obyek wisata dari beberapa obyek wisata lainnya. Sasaran obyek wisata Waduk Cacaban saat ini hanya melihat air diwaduk dan makanan khas ala Waduk Cacaban dengan menu ikan air tawar dari waduk disamping sebagai tempat tujuan memancing dari beberapa daerah disekitarnya.
Secara geografis kawasan wisata alam waduk cacaban terletak di tiga wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Kedungbanteng meliputi sebagian Desa Penujah, Karanganyar, Tonggara dan Karangmalang, Kecamatan Jatinegara meliputi sebagian Desa Jatinegara, Dukuhbangsa, Lebakwangi, Capar, Padasari dan Wotgalih dan Kecamatan Pangkah meliputi sebagian Desa Dermasuci.


HARGA TIKET MASUK
Harga Tiket Masuk Untuk Hari Biasa :
-    Dewasa        : Rp. 3.500,- + Asuransi Jasa Raharja
-    Anak-anak    : Rp. 2.500,- + Asuransi Jasa Raharja

Harga Tiket Masuk Untuk Hari Libur/Tanggal Merah
-    Dewasa         : Rp. 4.500,- + Asuransi Jasa Raharja
-    Anak-anak     : Rp. 3.500,- + Asuransi Jasa Raharja


AKSES
Transportasi menuju ke Kawasan wisata alam waduk Cacaban dapat ditempuh melalui dua jalur yang pertama dari Kota Tegal dengan jalur melalui Kramat – Pangkah – Waduk Cacaban dengan jarak kurang lebih 20 km dan yang kedua dari Kota Slawi - Pangkah – Waduk Cacaban dengan jarak kurang lebih 9 km. dimana pada saat sekarang sudah tersedia angkutan umum pedesaan dengan trayek Slawi – Cacaban sebanyak 25 Armada, sedang yang dalam proses persiapan pelaksanaan adalah angkutan dengan “Loko Antik” dari Pabrik gula Pangkah menuju Cacaban.


FASILITAS UMUM PARIWISATA
-    Bumi Perkemahan.
-    Tempat Bermain Anak.
-    Panggung Hiburan.
-    Bukit Mbah Santi.
-    Kapal Wisata.
-    Warung Apung. 
-    Road Race.
-    Hotel Melati.
-    Rumah Makan.


FASILITAS SOSIAL PARIWISATA
-    Musholla.
-    Toilet.
-    Tempat Parkir Luas.

Masjid

Masjid Wali



DESKRIPSI


NAMA : MASJID TUKUL
NO.INVENTARIS : II.28/TGA/TB/020
LOKASI : Desa Cangkring Kec. Talang Kab. Tegal
PERIODISASI : Abad ke-17
KONDISI : Baik



DESKRIPSI


NAMA : MASJID WALI
NO.INVENTARIS : II.28/TGA/TB/022
LOKASI : Desa Danaraja Kec. Margasari Kab. Tegal
PERIODISASI :
KONDISI : Baik



DESKRIPSI


NAMA : MASJID WALI
NO.INVENTARIS : II.28/TGA/TB/025
LOKASI : Desa Pesarean Kec. Pagerbarang Kab. Tegal
BAHAN : Batu Bata
KONDISI : Baik

Agrowisata Kereta Antik



SEJARAH

PG Pangka didirikan pada jaman Belanda dengan pemiliknya “NV-MIJTOT EXPLOITATIE DERT SUIKER FABRIEKEN” yang dikelola oleh NV-KOZY dan SUCIER yang berkedudukan di Surakarta. Sejak tahun 1832 perusahaan ini sudah berproduksi dan pada tahun 1851 perusahaan ini disempurnakan keadaannya. Dengan berdasarkan UU No. 86/1958 dan PP No. 19/1959 terjadi pengambilalihan perusahaan ini dari perkebunan ex Belanda. Dengan adanya nasionalisasi, perusahaan berubah statusnya menjadi Pusat Perkebunan Negara Baru (PPN Baru) yang diatur dalam PP No. 24/1958 dan SK Menteri No. 229/UM/57 tanggal 10 Desember 1957.  Di Jawa Tengah ini PPN Baru mengelola dua Pabrik Gula dan PSA termasuk didalamnya PG Pangka.  Berdasarkan PP No. 141 / 1961, maka berubah menjadi PPN Kesatuan Jateng II, untuk PG PANGKA termasuk di dalamnya.
Hal menarik hingga kini tentang operasionalisasi PG Pangka adalah transpotasi tebu masih menggunakan rel kereta, dibangun lebih 150 tahun yang lalu dengan lokomotif kuno bermesin uap maupun diesel, terbuat pada kisaran tahun 1915. Dijamannya, penggunaan kontruksi rel kereta dan lokomotif uap merupakan rekayasa teknologi canggih. Masih beroperasinya lokomotif kuno mengundang minat wisatawan asing yang umumnya dari eropa berkunjung ke PG Pangka. Selain tertarik dengan lokomotif tua yang masih berfungsi, mereka juga kagum pada pengolahan gula yang masih menggunakan teknologi era 1800-an, sesuatu yang langka untuk ukuran perusahaan eropa saat ini. Berkunjung ke PG Pangka adalah belajar sejarah dengan nyata, bukan dari buku atau film dokumenter. Bahkan diantara wisatawan mencoba lokomotif uap sampai berulang-ulang, bangga rasanya masih bisa menggunakan hasil karya kakek-kakek saya. Demikian pengakuannya. Anak cucu pendiri dan pengelola pabrik era kolonial Belanda juga banyak berkunjung, mereka senang bisa bernostalgia dimana orang tua dan kakeknya dulu pernah tinggal, berkunjung ke pabrik dan jalan-jalan diperkebunan tebu, sambil membayangkan kakek-kakek mereka dulu bekerja.
Fenomena yang dapat dikembangkan menjadi wisata eksklusif, bila umumnya berkunjung ke museum hanya melihat barang-barang saksi sejarah, maka melihat PG Pangka adalah bicara pada sejarah peradaban manusia yang terus berkata-kata. Atas inisiatif Laksono Hujianto, maka dicetuskan suatu ide obyek wisata dalam jingle “Loco Antik”, suatu paket wisata bernuansa langka sebagai media edukasi dan rekreasi. Loco Antik merupakan ikon representasi dari loco yang terbuat pada tahun 1927. Ditarik lokomotif tua, digunakan dalam perjalanan wisata rekreasi melihat pemandangan perkebunan tebu dengan jarak ± 10 Km. Kapasitas loko antik terdiri dari 3 gerbong kereta dengan kapasitas 75 untuk orang dewasa, sedang untuk anak-anak bisa memuat sampai 100 anak.


HARGA TIKET KERETA LOCO
1.    Hari Biasa     : Paket Seharga 2,5 Juta untuk 125 Orang (belum melayani untuk individu)
2.    Kecuali ada Syukuran Pabrik bisa dilakukan setiap hari selama syukuran berlangsung dan untuk harga tiket sebesar Rp. 5.000,-


FASILITAS UMUM WISATA LOKO
Ada dua jalur yang ditawarkan :
1.    Jalur arah Barat Laut, melintasi perkampungan dan perkebunan tebu;
2.  Jalur Timur Laut, melintasi perkebunan tebu sambil menikmati keindahan pegunungan Waduk Cacaban.

Wisata loco antik ditunjang dengan kegiatan :
1.    Kunjungan lebih dekat tentang proses pembuatan gula pasir dari tebu.
2.   Presentasi deskriptif tentang sejarah PG Pangka dan tata cara baku menanam tebu;
3.   Acara ekslusif yang dinantikan pengunjung, bahkan wisatawan mancanegara adalah ritual “Temanten Tebu”, acara yang dilaksanakan hanya sekali dalam setahun, tepatnya pada selamatan pesta giling (April-Mei). Ritual yang mengekspresikan rasa syukur kepada Tuhan sang penguasa alam. Simbol penganten tebu, diambil dari tebu milik petani dan milik PG Pangka. Satu simbol persatuan antara petani dan PG dalam menyongsong panen raya dan giling. Konon sinar wajah temanten dapat mencerminkan berhasil atau tidak dalam pasca panen, tidak percaya ? buktikan.

Suatu pembelajaran dalam menghargai etape peradaban anak bangsa. Tidak salah memang, jika “Loco Antik” merupakan salah satu alternatif sebagai media rekreasi dan edukasi.


INFORMASI
Jl. Raya Pangkah, Slawi – Tegal.
Telp. (0283) 6195550, Fax.(0283) 6195545.

Senin, 17 Desember 2012

Pemandian Air Panas Guci


A. Selayang Pandang

Obyek Wisata Pemandian Air Panas Guci berada di kaki Gunung Slamet, tepatnya di Kabupaten Tegal. Menurut mitos yang beredar selama ratusan tahun, air panas Guci berasal dari air yang diberikan Walisongo kepada orang yang mereka utus untuk menyiarkan agama Islam ke Jawa Tengah bagian barat di sekitar Tegal. Karena air itu ditempatkan di sebuah guci (poci), dan berkhasiat mendatangkan berkah, masyarakat kemudian menyebut lokasi pemberian air itu dengan nama Guci.
Oleh karena air pemberian wali itu sangat terbatas, pada malam Jumat Kliwon, salah seorang sunan menancapkan tongkat saktinya ke tanah. Atas izin Tuhan, mengalirlah air panas tanpa belerang yang penuh rahmat ini. Nah, Sampai saat ini, setiap malam Jumat Kliwon, banyak pengunjung datang dan mandi di tempat pemandian air panas ini untuk mendapat berkah. Wisata Pemandian Guci berupa air terjun hangat yang mengalir deras dari atas bukit.

B. Keistimewaan

Sepanjang perjalanan menuju obyek wisata Pemandian Air Panas Guci, pengunjung akan disuguhi pemandangan elok: hamparan sawah serta perkebunan sayur dan bawang merah yang mendominasi sepanjang kanan dan kiri jalan. Sekitar lima kilometer sebelum lokasi, tampak vila-vila dan pemondokan berjejer rapi di pinggir jalan yang disewakan untuk menampung para pengunjung yang ingin bermalam. 
Keistimewaan Pemandian Air Panas Guci adalah airnya yang panas dan jernih, tidak berbau, dan tidak berwarna. Guci memiliki 25 pancuran air panas dengan suhu yang berbeda. Para pengunjung meyakini bahwa air panas pancuran Guci dapat menyembuhkan segala penyakit. Pada pemandian umum yang disebut pancuran 13, berjarak sekitar satu kilometer di atasnya, terdapat air terjun dengan air dingin bernama Air Terjun Jedor. Dinamai begitu karena dulu tempat di sekitar air terjun setinggi 15 meter itu dimiliki seorang lurah yang bernama Lurah Jedor.
Setiap malam Jumat Kliwon, di tempat ini diadakan ritual mandi bersama yang diikuti oleh pengunjung dari berbagai daerah. Menurut legenda setempat, obyek wisata ini dijaga oleh seekor naga yang menempati sebuah gua di lereng Gunung Slamet. Naga itulah yang memberikan khasiat pada pancuran Pemandian Air Panas Guci.  

C. Lokasi

Pemandian Air Panas Guci terletak di Kecamatan Bumi Jawa, di lereng Gunung Slamet bagian utara, berbatasan dengan Kabupaten Brebes dan Pekalongan. Secara geografis Guci termasuk wilayah Kabupaten Tegal, Propinsi Jawa Tengah.

D. Akses

Dari arah Semarang, pengunjung dapat menggunakan bus jurusan Semarang-Tegal. Setelah sampai di Terminal Tegal, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum (minibus) menuju Desa Tuel yang memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit. Dari Tuel, perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan bak terbuka menuju Guci. Dengan kendaraan tersebut, perjalanan sekitar 30 menit dengan ongkos Rp 5.000 akan mengantar pengunjung sampai tempat wisata yang sungguh menarik ini (April 2008).

E. Harga Tiket

Untuk memasuki kawasan ini, pengunjung cukup membayar Rp 3.100 bagi pengunjung dewasa. Sedangkan bagi anak-anak, dikenakan tarif Rp 2.250 (April 2008).

F.  Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Di tempat wisata ini telah tersedia berbagai macam fasilitas seperti penginapan, wisata hutan (wanawisata), kolam renang air panas, lapangan tenis, lapangan sepakbola, hotel, vila, dan bumi perkemahan.