format

Universitas Konservasi

Universitas Negeri Semarang

FORMAT UNNES

Forum Mahasiswa Tegal UNNES

Embung

fasilitas yang ada di UNNES untuk menaggulangi banjir

Delegasi Format UNNES

dalam rangka pembentukan FORMAT Semarang di Kampus 3 IAIN Walisongo Semarang.

Sosialisasi 2013

FORMAT UNNES bersosialisasi SNMPTN 2013 di SMA, SMK, MAN Kota dan Kab. Tegal

Tampilkan postingan dengan label Berita Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Tegal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Februari 2013

KUNJUNGAN PRESIDEN DI KELUHKAN SEJUMLAH WARGA.

Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) akan melakukan
kunjungan kerja ke Desa Tuwel, Kecamatan
Bojong, Kabupaten Tegal pada 20 hingga 21
Februari 2013. Tidak hanya melihat potensi
hortikultura yang berkualitas ekspor, SBY juga
akan diagendakan bakal melakukan dialog dengan
petani desa setempat. Selain itu, Puskesmas
Adiwerna juga akan jadi sasaran kunjungan,
setelah itu dia akan menginap di obyek wisata
Guci, Kabupaten Tegal.
Pasca kedatangan orang nomor satu di Indonesia
ini, sterilisasi pengamanan juga dilakukan di
satasiun Kereta Api Kota Tegal, Jawa Tengah oleh
pasukan Paspampres. Ketatnya pengamanan
tersebut membuat para calon penumpang kereta
api banyak yang mengeluh. Selain ketatnya
pemeriksaan identitas, para pengantar juga tidak
diizinkan masuk kedalam area

Ningsih, warga slerok, kota tegal, mengatakan, Kedatangan presiden dirasakan
sangat mengganggu calon penumpang kereta
api. Pasalnya, para pengantar tidak diperbolehkan
mengantar ke atas kereta api seperti biasa.
“Barang bawaan saya banyak sekali, karena
suami saya tidak diizinkan masuk, akhirnya saya
yang jadi repot seperti ini membawa barang-
barang ini. Selain itu banyak calon penumpang
yang ingin mencari informasi keberangkatan dan
kedatangan kereta juga tidak diizinkan untuk
masuk area stasiun,” ujarnya Selasa (19/2/2013), menyambut
kedatangan SBY ke Kota Tegal, para pedagang di
kawasan Stasiun Tegal tidak diperbolehkan untuk
berdagang selama 2 hari lamanya. Tentunya hal
tersebut sangat merugikan para pedagang.
Sumarti salah seorang pedagang makanan di area
stasiun tegal mengatakan, dari kemarin saya
sudah tidak diizinkan berdagang. Saya bingung
mau protes kemana dan kepada siapa. “Ini sangat
merugikan kami para pedagang kecil. bagaimana
kami bisa mendapatkan pendapatan jika kami
tidak bisa berdagang seperti bias,” ujarnya.
Kunjungan Presiden SBY ke Desa Tuwel yang
berada di kaki Gunung Slamet bagian utara,
Kabupaten Tegal, Jawa Tengah ini memang
difokuskan kepada sektor pertanian. Desa Tuwel
memiliki potensi yang baik, khususnya lombok.
Bahkan, produk pertanian tersebut telah mampu
diekspor ke Singapura. Di sisi lain, nantinya akan
ada display produk usaha mikro kecil menengah
(UMKM) di desa setempat.

Selasa, 08 Januari 2013

Sejarah Kabupaten Tegal

Sejarah Tegal
Kekayaan sejarah sebuah kota atau kawasan terlihat dari jejak peninggalan apa yang disebut cultural heritage dan living cultural yang tersisa dan hidup di kawasan tersebut. Keduanya merupakan warisan peradaban umat manusia.
Demikian halnya dengan Kabupaten Tegal, Wilayah yang kaya akan jejak peninggalan kesejarahan sebagai penanda bahwa Kabupaten Tegal sebagai tlatah kawasan tak dapat dilepaskan dari keterkaitan garis sejarah hingga membentuk kawasan sekarang ini.
Penekanan pada bidang pertanian misalnya, tak dapat dilepaskan dari kondisi wilayah dan akar kesejarahan tlatah Kabupaten Tegal yang mengembangkan kapasitasnya selaku wilayah agraris. Tradisi keagrarisan dimulai dari ketokoan Ki Gede Sebayu juru demung trah Pajang. Bahkan kalau dirunut keagrarisan itu dimulai semenjak Mataram Kuno.
Kesaksian ini diperkuat denga ditemukannya artefak kuno dan candi di Pedagangan. Ditambah tlatah Tegal kerapkali dikaitkan dengan kerajaan Pajang dan Mataram Islam yang cenderung kekuasaan dengan basis pada agraris ( De Graaf, 1986).

Juru Demung Ki Gede Sebayu
Tegal berasal dari nama Tetegal, tanah subur yang mampu menghasilkan tanaman pertanian (Depdikbud Kabupaten Tegal, 1984). Sumber lain menyatakan, nama Tegal dipercaya berasal dari kata Teteguall. Sebutan yang diberikan seorang pedagang asal Portugis yaitu Tome Pires yang singgah di Pelabuhan Tegal pada tahun 1500 –an (Suputro, 1955).
Namun sejarah tlatah Kabupaten Tegal tak dapat diepaskan dari ketokohan Ki Gede Sebayu. Namanya dikaitkan dengan trah Majapahit, karena sang ayah Ki Gede Tepus Rumput ( kelak bernama Pangeran Onje) ialah keturunan Batara Katong Adipati Ponorogo yang masih punya kaitan dengan keturunan dinasti Majapahit (Sugeng Priyadi, 2002).

Kabupaten Tegal terletak sebelah pesisir utara bagian Barat Pulau Jawa. Secara geografis Kabupaten Tegal terletak diantara 108°57’6” s.d 109°21’30" garis bujur timur dan 6°50’41" s.d 7°15’30" Garis Lintang Selatan, Posisi Kabupaten Tegal berbatasan dengan Kabupaten Brebes (sebelah Barat), Laut Jawa dan Kota Tegal (sebelah Utara), Kabupaten Pemalang (sebelah Timur) dan Kabupaten Brebes dan Kabupaten Banyumas (sebelah Selatan)
PETA KABUPATEN TEGAL

Bupati Tegal

"TEGAL GOTONG ROYONG YANG DILANDASI KETAKWAAN KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA"

Bupati Tegal
M. HERRY SOELISTYAWAN, SH, M.Hum

 

Kabupaten Tegal, adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Slawi, sekitar 14 km sebelah selatan Kota Tegal. Kabupaten ini berbatasan dengan Kota Tegal dan Laut Jawa di utara, Kabupaten Pemalang di timur, Kabupaten Banyumas di selatan, serta Kabupaten Brebes di selatan dan barat.
Bagian utara wilayah Kabupaten Tegal merupakan dataran rendah. Di sebelah selatan merupakan pegunungan, dengan puncaknya Gunung Slamet (3.428 meter), gunung tertinggi di Jawa Tengah. Di perbatasan dengan Kabupaten Pemalang, terdapat rangkaian perbukitan yang tidak terlalu terjal. Di antara sungai besar yang mengalir adalah Kali Gung dan Kali Erang, keduanya bermata air di hulu Gunung Slamet.
Kabupaten Tegal terdiri atas 18 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Slawi. Slawi dulunya merupakan kota kecamatan, yang kemudian dikembangkan menjadi ibukota kabupaten yang sebelumnya berada di Kota Tegal.

Gubernur Jateng : Kabupaten Tegal Memiliki Potensi Besar



Gubernur Jawa Tengah, H Bibit Waluyo saat memberikan keterangan dihadapan awak media usai melantik Bupati Tegal, H Moch Hery Soelistiyawan, SH MHum.



SLAWI - Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo menilai Kabupaten Tegal sebagai daerah otonomi memiliki potensi yang besar dan luar biasa. Potensi tersebut baik berupa kekayaan laut maupun kekayaan alam pegunungan.

Selain itu, di wilayah Kecamatan Talang dengan pengrajin produk logamnya merupakan salah satu potensi unggulan di Jawa Tengah

"Tegal punya potensi yang besar, seperti di Kecamatan Talang dengan produk logamnya," kata Bibit.

Oleh karena itu, pemerintah harus mendukung  dan mendampingi dengan modal sehingga pengrajin terus meningkat.

"Apalagi pada tahun 2014, Indonesia akan menjalin kerja sama dengan negara-negara ASEAN untuk bidang ekonomi dan perdagangan," tegasnya.

Sehingga Kabupaten Tegal, lanjut Bibit, harus terus mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar lebih baik dan semakin meningkat. Jika SDM rendah maka daerah bakal tertinggal.

"Jawa Tengah merupakan sentral ekonomi Indonesia. Dimana saat ini, Jateng mampu memberikan kontribusi beras nasional sekitar 16 persen," paparnya

Guna mempertahankan itu, Bibit meminta agar Kabupaten Tegal dapat memanfaatkan lahan pertanian yang dimilikinya dengan baik dan maksimal.

"Lahan pertanian harus di pertahankan, jangan semuanya dirubah menjadi perumahan penduduk," pintanya.

Sementara itu Bupati Tegal, H Moch Hery Soelistiyawan, SH MHum usai dilantik mengatakan akan menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah dan program pembangunan disisa masa jabatannya yang belum terselesaikan.

"Insya Alloh  sejumlah program pembangunan yang belum selesai akan saya lanjutkan, seperti pembangunan terminal slawi dan lainnya," Ungkapnya. (Hasan)

Gubernur Lantik Herry Jadi Bupati Tegal



SLAWI-Setelah melaksanakan masa jabatan menjadi Pelaksana Tugas Bupati Tegal, hari Kamis (03/01), HM Herry Soelistyawan, SH, MHum dilantik menjadi Bupati definitif untuk masa jabatan tahun 2008-2013 melalui sebuah acara pelantikan yang sederhana.

Pelantikan Herry oleh Gubernur Jawa Tengah, dilaksanakan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaetn Tegal, yang bertempat di ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tegal.

Rapat Paripurna dihadiri oleh sekitar 600 undangan, selain anggota DPRD sendiri, juga Forkompinda.

Serta Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Pengadilan, Kepala Kantor Kemenag, Komandan Brigif Dewa Ratna, Komandan Sat Radar Wirasaba, Komandan Korem Purwokerto, Bupati dan Walikota tetangga, para Kepala SKPD, Camat, Lurah, Kepala Desa se Kabupaten Tegal, Kepala dan Direktur BUMD, Keluarga besar Herry dan istri, para Mubaligh dan tokoh masyarakat lainnya.

Rapat Paripurna dibuka oleh Ketua DPRD H Rojikin, AH.

Setelah pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris DPRD, Abul Honi, SH, MM, Herry diambil sumpah dan kemudian dilantik oleh Gubernur Jawa Tengah, H Bibit Waluyo.

Dilanjutkan pemasangan tanda kepangkatan oleh Gubernur, kemudian penandatangan Berita Acara Pelantikan oleh Herry, kemudian Gubernur dilanjutkan oleh saksi, yaitu rohaniawan.

Selesai melantik, H Bibit Waluyo, yang pernah bertugas di Kabupaten Tegal yaitu pada tahun 1985, memberikan sambutan.

Mengawali sambutannya Gubernur menyampaikan selamat kepada Bupati Tegal yang baru dilantik juga kepada masyarakat yang telah mempunyai Bupati baru.

Mengenai Bupati definitif yang selama ini sudah melaksanakan tugas sebagai bupati, Bibit mengatakan bahwa untuk melaksanakan tugas tinggal melanjutkan saja.

"Bupati Tegal yang definitif, selama ini sudah melaksanakan tugas Bupati, jadi aba-abanya singkat, yaitu lanjutkan", kata Bibit.

Bibit juga mensoroti, salah satu potensi di Kabupaten Tegal, yaitu Talang yang merupakan sentra usaha mikro.

Menurutnya produk di Talang, merupakan produk unggulan yang telah mempunyai daya saing tinggi, jadi harus terus dipelihara baik kualitas, kuantitas maupun kontinuitasnya, mengingat untuk tahun 2014 akan ada persaingan yang sangat tinggi di masyarakat dunia.

"Jadi tugas pemerintah adalah untuk mendampingi, baik modal, teknologi dan juga peluang pasarmya", tambah Bibit.

Gubernur juga menunjukkan potensi-potensi lainnya yang dimiliki oleh Kabupaten Tegal, dan bila terjadi kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif sehingga mampu menggerakkan masyarakat untuk mengolah potensi yang ada, maka akan tercipta Kabupaten Tegal yang sejahtera.

Setelah Rapat Paripurna ditutup oleh ketua DPRD, Bupati dan istri mendapatkan ucapan selamat dari para tamu undangan, namun terbatas. [Hikmah]

Plt Bupati Tegal Canangkan Program �MAPU�



Plt Bupati Tegal, H Moch Hery Soelistiyawan, SH MHum saat memberikan selamat saat pencanangan 'Mubaligh Annur Peduli Umat' (MAPU).



SLAWI - Upaya dalam rangka memberikan dakwah kepada kaum muslimin dan muslimat di Kabupaten Tegal khususnya di wilayah Kota Slawi dan sekitarnya, ditempuh Pondok Pesantren Annur yang berada dibawah naungan Yayasan Kawit Annur Slawi dengan dengan mencanangkan Program MA'PU yakni Mubaligh Annur Pembina Umat.

Pencanangan program MA'PU tersebut digelar bersamaan dengan pertemuan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes), Pimpinan Majelis Taklim se Kabupaten Tegal dan penyerahan SK Ponpes Annur yang diresmikan langsung oleh Plt Bupati Tegal, H Moch Hery Soelistiyawan, SH MHum di Ponpes Annur Kalisapu - Slawi, Jum'at (14/12) lalu.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Seksi Pekapontren Kemenag Kabupaten Tegal, Drs H Banu Hamdan, M.Pd, Pembina Yayasan Kawit Annur, HM Kasriyanto dan pengasuh Ponpes / Majlis Taklim se Kabupaten Tegal.

Pembina Yayasan Kawit Annur, H Moch Kasriyanto mengatakan pencanangan MA'PU oleh Ponpes Annur dimaksudkan untuk menggali potensi dakwah ditengah masyarakat yang pada saat sekarang semakin sulit untuk mendapatkan Ustadz / Mubaligh dalam setiap pengisian dakwah maupun pengajian.

"Dengan terbentuk dan dicanangkannya program 'MA'PU ini, mudah-mudahan akan semakin menggiatkan Syiar Islam di Kota Slawi dan sekitarnya," katanya.

Selain itu, lanjut Kasriyanto, adanya MAPU juga diharapkan mampu menjadi sarana membentengi umat Islam dari pengaruh budaya yang semakin jauh dari akidah dan syariat Islam.

"MAPU juga diharapkan menjadi sarana membentengi pengaruh budaya dengan akidah dan syariat Islam. Dimana saat ini, dirasa pengaruh budaya telah jauh merasuki umat Islam," tegasnya.

Sementara itu Plt Bupati Tegal, H Moch Hery Soelistiyawan, SH MHum yang berkesempatan hadir menyambut baik atas diselenggarakannya pertemuan rutin pengasuh Pondok Pesantren dan Pimpinan Majelis Taklim se Kabupaten Tegal karena dapat menambah wawasan ilmu atau pengetahuan dibidang Agama Islam.

"Saya menyambut baik acara pertemuan ini, selain menambah wawasan ilmu agama juga sekaligus sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dan mempercepat ukuhwah islamiyah," katanya.

Menurut Plt Bupati, masalah ukhuwah Islamiyah yang mencakup ukhuwah basyariah dan ukhuwah wathoniyah, bukan saja penting dan mendasar bagi terwujudnya kerukunan dan persaudaraan diantara kaum muslimin. Melainkan juga bagi terwujudnya iklim sejuk yang harmonis dan dinamis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Karena tegak mantapnya ukhuwah Islamiyah, merupakan tonggak yang kokoh bagi aktualisasi kehidupan yang aman, tentram, damai dan sejahtera lahir batin, sebagaimana yang tercermin pada peri kehidupan Masyarakat Madani. Peri kehidupan itulah yang hendaknya dapat dimanifestasikan dalam kehidupan kita yang majemuk," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan SK Pondok Pesantren Annur oleh Kepala Seksi Pekapontren, Drs H Banu Hamdan, M.Pd yang mewakili Kepala Kemenag Kabupaten Tegal dan diterima langsung oleh Pengasuh Ponpes Annur Slawi, Ustad Shodrodin disaksikan oleh Plt Bupati Tegal dan segenap tamu undangan. (Hasan)

Apel Bersama Awali Tahun Anggaran Baru



Suasana Apel Bersama, Rabu (02/01).

SLAWI-Dalam rangka memulai hari pertama bekerja di tahun 2013, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal mengadakan apel bersama di lapangan Setda pada hari Rabu (02/01), yang diikuti oleh semua Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemkab Tegal.

Dengan berseragam dinas sesuai dengan harinya, hari Rabu, yaitu lurik, kecuali untuk Kantor Satpol PP dan petugas pemadam kebakaran, baik pejabat dari Eselon IV sampai dengan II, juga para staf, tertib mengikuti jalannya apel, di bawah langit yang mendung.

Sebagai pengambil apel adalah Plt Bupati Tegal, HM Herry Soelistyawan, SH, MHum, yang mengenakan seragam lurik juga.

Mengawali amanatnya Plt Bupati menyampaikan selamat kepada semua peserta apel.

"Selamat memasuki tahun anggaran 2013, yang akan segera dimulai", kata Herry.

"Semoga dalam bekerja, kita memiliki dedikasi yang lebih baik, sehingga prestasi yang telah kita raih di tahun 2012 kemarin, dapat kita pertahankan, bahkan bisa lebih baik", tambahnya.

Herry juga mengucapkan terima kasih kepada semuanya karena telah menjalankan pekerjaannya di tahun anggaran 2012 sesuai dengan tupoksinya, dan mampu menyelesaikan program-programnya dengan baik pula.

Mengenai reformasi birokrasi yang sudah berjalan 5 tahun, guna mewujudkannya, Plt Bupati menghimbau khususnya kepada para PNS di lingkungan Pemkab Tegal, untuk senantiasa menerapkan  etos kerja sesuai dengan Tri Sanja karena hal tersebut merupakan elemen yang harus dibangkitkan kembali dalam bekerja, yaitu sebagai abdi Negara dan masyarakat.

Untuk Program PATEN yang sudah mulai digulirkan, Herry menyampaikan apresiasi atas kerjasama dan perhatian para camat.

"Terima kasih kepada para Bapak dan Ibu Camat yang telah meyediakan rumah PATEN", cetus Herry.

Di tahun 2013 ini, juga dirinya menginginkan agar pelayanan kepada masyarakat lebih ditingkatkan lagi, salah satunya adalah dalam hal perijinan agar lebih bisa cepat dalam pelayanannya, karena hal tersebut berkaitan dengan PAD.

Juga dengan telah ditetapkannya APBD, pada tanggal 31 Desember 2012 kemarin, Herry menghimbau agar para Kepala SKPD beserta bawahannya mempersiapkan sebaik mungkin, agar program di tahun 2013 yang telah dicanangkan, berhasil dengan baik.

Dalam menyambut Pilkada Gubernur, bulan Mei mendatang, pria yang pernah menjabat sebagai Sekda Kabupaten Tegal ini juga berpesan agar para PNS di lingkungannya tidak ikut-ikutan sebagai tim sukses siapapun, tetapi tetap bekerja dengan tujuan pengabdian kepada Negara dan masyarakat. [Hikmah]

Pelantikan Ketua TP PKK Kabupaten Tegal



SLAWI - Seiring dengan pergantian pimpinan, dalam hal ini di pemerintahan Kabupaten Tegal, yaitu dengan telah dilantiknya Herry Soelistyawan menggantikan bupati sebelumnya, yaitu Agus Riyanto, maka ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal yang melekat pada istri bupati pun berganti pula.

Maka setelah agenda acara pelantikan bupati, Kamis (03/01), tidak berselang lama, diadakan acara  pelantikan dan serah terima ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal, di salah satu ruangan di Gedung A Setda  Kabupaten Tegal.

Dalam kesempatan itu Marhamah Agus Riyanto berhalangan hadir dan diwakilkan oleh Denny Suhartono, istri Ir Suhartono, MM, Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tegal.

Setelah Suspriyanti Herry Soelistyawan, dilantik oleh ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, yaitu Hj Sri Bibit Waluyo menjadi ketua TP PKK Kabupaten Tegal periode tahun 2008-2013, dilanjutkan penandatanganan berita acara serah terima, dan penyerahan buku memori PKK serta plakat kenang-kenangan.

Bupati Tegal, HM Herry Soelistyawan, SH, MHum yang hadir selaku Dewan Penyantun TP PKK Kabupaten Tegal, dalam sambutannya meminta agar dibawah kepengurusan yang baru, PKK Kabupaten Tegal lebih memasyarakat sampai dengan  kalangan bawah di pedesaan, agar manfaatnya mengena, dapat dirasakan di masyarakat.

Juga dengan 10 program PKK, diharapkan untuk lebih memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mengetahui akan tujuan program tersebut. Bahkan diminta lebih memberikan motivasi dan menggugah kesadaran, hingga mengetahui program PKK, disamping membangun citra positif dan dan mitra antara pemerintah dan stokeholder.

Sementara itu, Hj Sri Bibit Waluyo, yang sudah tidak asing lagi dengan Kabuapten Tegal, karena mengikuti suaminya bertugas pada tahun 1985, mengharapkan agar di bawah kepengurusan yang baru, kedepannya lebih maju lagi, dan optimis ketua TP PKK baru akan sanggup menggalang dan memanfaatkan kemampuan yang ada untuk kemajuan TP PKK Kabupaten Tegal.

Dirinya juga menghimbau agar dibawah ketua yang baru, bekerja dengan penuh keikhlasan demi kemajuan PKK Kabupaten Tegal, meskipun dalam bekerja tidak mendaptkan gaji.

Mengakhiri sambutannya istri Gubernur Jawa Tengah tersebut tak lupa menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Marhamah Agus Riyanto, karena telah melaksanakan tugasnya.

"Terima kasih kepada Ibu Agus Riyanto, yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik", pungkasnya. [Hikmah]

Kamis, 13 Desember 2012

Tegal Diakui Dunia Oleh Logamnya. Siapa Peduli ?


Siapa sangka Kabupaten Tegal terkenal seantero jagad bukan karena wartegnya saja, namun ada yang lain yaitu Industri logamnya. Logam datang ke Tegal pada jaman Penjajahan Belanda dengan adanya 2 pabrik pengolahan Logam yaitu NV. selanjutnya ketika Jepang masuk ke Indonesia, mereka menempatkan Tegal sebagai basis produksi peralatan perang. Jadi, kalo dulu ada orang Jepang nembak orang pribumi, senjatanya itu yang buat orang Tegal. ya mau bagaimana lagi ? orang jepang bukan kerjasama dengan orang Tegal, namun Romusha yang mereka terapkan memaksa orang Tegal harus menuruti semua perintah dari Jepang. setelah itu Indonesia pun merdeka, tidak seperti Belanda yang tidak meninggalkan apa-apa untuk Indonesia, namun Jepang meninggalkan sesuatu yang sangat berharga yaitu Pengetahuan. Jepang tidak sengaja meninggalkannya, tapi karena orang Tegal lah yang cerdas. sejak itu orang Tegal terus mengembangkan pengetahuannya dalam perlogaman, tak kenal masa, tak kenal krisis, Industri logam di Tegal terus naik dan semakin menjadi. pada tahun 1982 Tegal mulai diperhatikan oleh lembaga dunia Asian Development Bank (ADB) dengan membantu dan memfasilitasi pendirian SMK 1 Tegal yang waktu itu direlokasi di Desa Pesarean, Adiwerna dan berganti nama menjadi SMK N 1 Adiwerna (sering disebut SMK ADB, sampai-sampai jika kita browsing di google degnan kata kunci "SMK ADB" yang muncul paling atas adalah website resmi SMK N 1 Adiwerna). pada tahun yang sama Pemerintah mendirikan Lingkungan Industri Kecil talang Cempaka Baru (TAKARU) sebagai pusat informasi logam dan pusat penelitian Logam. Dengan pendirian LIK ini membuat pemasaran produk Logam Tegal semakin luas. Dan benar saja, kurun waktu 1990an Logam Tegal diminati perusahaan-perusahaan asal Jepang (mungkin ini terjadi karena Jepang telah mengetahui potensi Tegal di bidang logam sejak mereka menjajah di Indonesia) diantaranya Astra group yang produknya antara lain Honda, Toyota dan Daihatsu. Jadi, di dalam produk Astra itu terdapat komponen asli buatan Tegal. tidak bermaksud promosi produk, namun untuk membuktikan bahwa Tegal punya keunggulan komparatif (keunggulan yang tidak dapat ditemukan di daerah lain).  Kabar terbaru dari Industri logam Tegal adalah penelitian yang dilakukan institusi dunia World Bank (Bank Dunia) yang salah satu pejabatnya dari indonesia Sri Mulyani (mantan Mentri Keuangan Indonesia) lihat penelitian World Bank di link ini : 
http://siteresources.worldbank.org/INTINDONESIA/Resources/226271-1146639584930/2506736-1146641163937/Tegal.pdf (dengan bahasa Inggris) dan kabar selanjutnya bahwa nanti Tahun 2014 akan ada mobil nasional bernama Gea yang basis produksi (Pabrik Utama) berada di Kabupaten Tegal. 
Saya kuliah di Jurusan Administrasi Negara UNY, jadi saya pun ngin menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Kabupaten Tegall menanggapi keunggulan ini. Revolusi Industri di Tegal sudah terjadi sebelum tahun 1990an, mestinya pemerintah melihat hal itu dan berusaha menyadarkan investor asli daerah untuk mengembangkan hal tersebut. Lihat saja Djarum di Kudus yang juga menjadi pendiri perusahaan elektronik nasional Polytron dan ternyata mereka pun mendatangkan komponen elektronik dari Industri logam Tegal. harusnya dengan adanya sejarah logam tersebut di Tegal, sudah ada perusahaan mandiri dan besar yang ada di Tegal yang memproduksi peralatan logam maupun elektronik seperti halnya Teh. Dengan demikian, Sumber Daya Manusia Tegal tidak terus ditarik Batam untuk bekerja di sana yang justru menguntungkan Investor Asing. Asal tahu saja, Perusahaan di Batam mengadakan perekrutan di Tegal bukan tanpa alasan, namun melihat potensi Logam yang ada, meskipun tidak menguasai logam, namun mereka mengetahui bahwa pertumbuhan suatu Bidang di sauatu daerah bukan saja karena banyaknya bahan untuk produksi, namun pola pikir masyarakatnya secara tidak sadar bisa langsung mengerti jika sedikit diajarkan pengetahuan bidang tersebut, lihat lagi Teh di Tegal, seluas apa perkebunan Teh di kabupaten Tegal sehingga Tehnya bisa terkenal dan hingga Ekspor ? bukan karena sumber bahan, tapi Sumber Daya Manusia yang akan sangat mengerti jika diajarkan mengenai Teh. liaht lagi Konveksi di Sekitar Pasar Banjaran, apakah ada perusahaan pembuat bahan kain ?
Jadi Siapa lagi yang perduli akan Logam di Kabupaten Tegal, jangan lagi mau disebut Jepangnya Indonesia, namun Tegal saingannya Jepang. entah kapan ?