format

Universitas Konservasi

Universitas Negeri Semarang

FORMAT UNNES

Forum Mahasiswa Tegal UNNES

Embung

fasilitas yang ada di UNNES untuk menaggulangi banjir

Delegasi Format UNNES

dalam rangka pembentukan FORMAT Semarang di Kampus 3 IAIN Walisongo Semarang.

Sosialisasi 2013

FORMAT UNNES bersosialisasi SNMPTN 2013 di SMA, SMK, MAN Kota dan Kab. Tegal

Tampilkan postingan dengan label Public Figure. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Public Figure. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Januari 2013

Wayang Tradisional



Dalang wayang kulit dan wayang golek asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah,, Ki Enthus Susmono, berusaha mengikuti persoalan yang dihadapi masyarakat. Kelebihannya berimprovisasi dan menciptakan kreasi wayang membuat dia diperhitungkan di dunia seni pewayangan.
Akhir Januari lalu, karya wayang terbarunya, wayang Rai Wong atau wayang berwajah orang, dipamerkan di Museum Tropen-Asmterdam, Belanda. Pameran yang rencananya berlangsung selama enam bulan itu bertajuk Wayang Superstar The Theaterworld of Ki Enthus Susmono. Pameran ini menampilkan wayang kulit dan wayang golek karya Enthus yang dimiliki Museum Tropen.
Jumlah wayang yang dipamerkan sebanyak 57 buah, di antaranya wayang berwajah George Bush, Saddam Hussein, dan Osama bin Laden. Seusai pameran Juni nanti Enthus akan mementaskan wayang kulit Rai Wong dengan lakon Dewa Ruci di Amsterdam, Dohctrect, dan Paris.
Popularitas Enthus sebagai dalang tak diperoleh dengan mudah, meski darah seni sang ayah, Soemarjadiharja, yang berprofesi sebagai dalang wayang kulit dan wayang golek, mengalirinya.
Meskipun lahir dari keluarga dalang, Enthus tidak diizinkan oleh ayahnya menjadi dalang. ”Alasan ayah saya, dadi dalang kuwi abot sanggane (menjadi dalang itu berat bebannya),” kata Enthus.
Ketika itu dia tak begitu mengerti makna ucapan sang ayah. Seiring berjalannya waktu, ia mulai memahami maksud sang ayah. Katanya, hal paling pokok yang sering terjadi pada dalang adalah manajemen keuangan yang salah. Dalang sering menggunakan manajemen ayam, yaitu langsung menghabiskan uang yang diperolehnya.
Oleh karena itulah, ayahnya tak ingin Enthus menjadi dalang. Dia diharapkan belajar sampai perguruan tinggi agar mempunyai bekal hidup cukup. Namun, sejak masih kecil ia justru sering mencuri kesempatan memainkan wayang milik ayahnya.

”Saya memainkan wayang kalau ayah saya sedang tidur, seusai pentas. Kalau beliau bangun, semua perlengkapan sudah saya rapikan lagi,” ujarnya.

Disindir Guru
Semangat Enthus untuk menggeluti dunia wayang terusik ketika ia disindir salah seorang gurunya. Saat itu ia duduk di bangku SMP Negeri 1 Tegal. Gurunya mengatakan, sebagai anak dalang kok dia tak bisa memainkan gending.
Merasa tertantang, ia lalu mengikuti kegiatan ekstra kulikuler karawitan Enthus dibimbing gurunya, Prasetyo. Menurut dia, ilmu dari gurunya itu yang menjadi dasar kemahirannya memainkan gamelan dan mendalang.
”Bisa dikatakan, ilmu itu yang membuat saya bisa makan sampai sekarang,” tuturnya.
Berkat latihan rutin karawitan, Enthus menjadi mahir memainkan kendang, hingga ia dijuluki teman-teman sebagai Enthus tukang kendang. Lulus SMP, ia bisa memainkan kendang untuk mengiringi tari Eko Prawiro.
Selepas SMPN 1 Tegal, ia melanjutkan belajar di SMAN 1 Tegal. Saat duduk di bangku SLTA inilah, ia mulai mendalang. Ini berawal dari acara lomba karya penegak pandega dalam kegiatan ekstra kulikuler pramuka.
Enthus mendalang menggunakan wayang dari batang pohon pisang, dengan gamelan cangkem (suara mulut). Layar atau geber diikatkan pada tongkat pramuka yang dipegangi teman-temannya.
”Lampu untuk penerangan dengan obor. Wayang yang dimainkan Punokawan,” ceritanya.
Ternyata pentas sederhana itu mendapat sambutan para guru dan teman-temannya. Sejak itu ia sering diminta mendalang pada acara pramuka di sekolah-sekolah lain.
Melihat potensi Enthus  dalam dunia pewayangan, salah seorang guru SMA-nya, Marwadi, mendatangi ayah Enthus untuk memintakan izin agar anak itu diperbolehkan mendalang. Dari sinilah hati ayahnya luluh, bahkan membuatkan geber kecil untuknya. Untuk latihan ia membuat wayang dari kertas yang diwarnai dengan cat air.
Saat lustrum V SMAN 1 Tegal pada 24 Agustus 1983, Enthus diminta mendalang selama dua jam. Ketika itu sang ayah menyaksikan pementasannya. Setelah itu, tak hanya mengizinkan, ayahnya pun mewisuda Enthus sebagai dalang di hadapan warga setempat.
”Dia hanya berpesan agar saya memahami pakem kehidupan lebih dulu, sebelum belajar pakem wayang,” katanya. Sejak itu, Enthus menjadi dalang yang sesungguhnya. Ia kerap diminta pentas di balai desa dan acara hajatan.
Ekonomi keluarga
Februari 1984, Soemarjadiharja wafat dalam usia 55 tahun, karena sakit. Ketika itu Enthus duduk di kelas II SMA. Kepergian sang ayah mengakibatkan ekonomi keluarga itu terseok-seok.
Enthus pun mengambil alih peran sebagai kepala keluarga, untuk menghidupi ibu dan membiayai sekolahnya. Ia juga harus menghidupi 11 anak pungut sang ayah. Jadilah dia bersekolah pada pagi hari, dan malamnya mendalang untuk mendapat penghasilan.
Selepas SMA ia diterima di Jurusan Biologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo lewat jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Mengingat keterbatasan dana, kesempatan itu tak diambilnya. Ia juga mendaftar di Akabri, tapi tak diterima.
Memanfaatkan relasi sang ayah, Enthus terus mendalang. Ia pernah menjadi pembuat minuman di Akademi Seni dan Karawitan Indonesia (ASKI) Solo selama 1984-1986. Di sini pula ia belajar banyak hal dengan melihat bagaimana mahasiswanya berlatih.
”Di sini (ASKI), saya ketemu Pak Bambang Suwarno. Dia dosen yang mengajari saya menggambar,” kenangnya.
Nama Enthus berkibar setelah ia memenangi Festival Dalang Remaja Tingkat Jawa Tengah di Wonogiri tahun 1988. Ia juga terus berkreasi mengembangkan berbagai jenis wayang, sampai wayang Rai Wong.
Wayang Rai Wong dia buat untuk mengenalkan wayang klasik kepada orang yang baru mengenal wayang. Enthus mengakui, sebagai dalang ia tak terikat pakem sehingga dalam pementasan lebih sering menyesuaikan pada situasi dan suka memakai bahasa sehari-hari.
Hal itu dia lakukan sejak awal mendalang, mengingat banyak orang yang menjadi tanggungannya. ”Jadi, wayang saya harus laku. Kalau ikut pakem, saya ada di urutan ke berapa?” tambahnya.
Namun, justru dari kondisi seperti itulah Enthus merasa lebih bebas bereksplorasi. Sanggar Satria Laras  yang dikelolanya pun makin berkembang, dengan lebih dari 200 orang terlibat di dalamnya.

Ki Enthus Susmono

Ki Enthus Susmono (lahir di Tegal, 21 Juni 1966; umur 46 tahun) adalah seorang dalang yang berasal dari Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Ia adalah anak satu-satunya Soemarjadihardja, dalang wayang golèk terkenal dari Tegal dengan istri ke-tiga bernama Tarminah. Bahkan R.M. Singadimedja, kakek moyangnya, adalah dalang terkenal dari Bagelen pada masa pemerintahan Sunan Amangkurat di Mataram.
KI Enthus Susmono dengan segala kiprahnya yang kreatif, inovatif serta intensitas eksplorasi yang tinggi, telah membawa dirinya menjadi salah satu dalang kondang dan terbaik yang dimiliki negeri ini. Pikiran dan darah segarnya mampu menjawab tantangan dan tuntutan yang disodorkan oleh dunianya, yaitu jagat pewayangan.
Gaya sabetannya yang khas, kombinasi sabet wayang golek dan wayang kulit membuat pertunjukannya berbeda dengan dalang-dalang lainnya. Ia juga memiliki kemampuan dan kepekaan dalam menyusun komposisi musik, baik modern maupun tradisi (gamelan). Kekuatan mengintrepretasi dan mengadaptasi cerita serta kejelian membaca isu-isu terkini membuat gaya pakeliran-nya menjadi hidup dan interaktif. Didukung eksplorasi pengelolaan ruang artisitik kelir menjadikannya lakon-lakon yang ia bawakan bak pertunjukan opera wayang yang komunikatif, spektakuler, aktual, dan menghibur. Pada tahun 2005, dia terpilih menjadi dalang terbaik se-Indonesia dalam Festival Wayang Indonesia yang diselanggarakan di Taman Budaya Jawa Timur. Dan pada tahun 2008 ini dia mewakili Indonesia dalam event Festival Wayang Internasional di Denpasar, Bali.
Ia adalah salah satu dalang yang mampu membawa pertunjukan wayang menjadi media komunikasi dan dakwah secara efektif. Pertunjukan wayangnya kerap dijadikan sebagai ujung tombak untuk menyampaikan program-program pemerintah kepada masyarakat seperti: kampanye; anti-narkoba, anti-HIV/Aids, HAM, Global Warming, program KB, pemilu damai, dan lain-lain. Di samping itu dia juga aktif mendalang di beberapa pondok pesantren melalui media Wayang Wali Sanga.
Kemahiran dan ‘kenakalannya’ mendesain wayang-wayang baru/kontemporer seperti wayang Goerge Bush, Saddam Husein, Osama bin Laden, Gunungan Tsunami Aceh, Gunungan Harry Potter, Batman, wayang alien, wayang tokoh-tokoh politik, dan lain-lain membuat pertunjukannya selalu segar, penuh daya kejut, dan mampu menembus beragam segmen masyarakat. Ribuan penonton selalu membanjiri saat ia mendalang. Keberaniannya melontarkan kritik terbuka dalam setiap pertunjukan wayangnya, memosisikan tontonan wayang bukan sekadar media hiburan, melainkan juga sebagai media alternatif untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.
Baginya, wayang adalah sebuah kesenian tradisi yang tumbuh dan harus selalu dimaknai kehadiriannya agar tidak beku dalam kemandegan. Daya kreatif dan inovasinya telah mewujud dalam berbagai bentuk sajian wayang, antara lain: wayang planet (2001-2002), Wayang Wali (2004-2006), Wayang Prayungan (2000-2001), Wayang Rai Wong (2004-2006), Wayang Blong (2007) dan lain-lain. Museum Rekor Dunia Indonesia-pun (MURI) menganugerahi dirinya sebagai dalang terkreatif dengan kreasi jenis wayang terbanyak (1491 wayang). Dan beberapa wayang kreasinya telah dikoleksi oleh beberapa museum besar di dunia antara lain; Tropen Museum di Amsterdam Belanda, Museum of Internasional Folk Arts (MOIFA) New Mexico, dan Museum Wayang Walter Angts Jerman. Semuanya tak lain dimuarakan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat luas terhadap wayang, penajaman pasar, dan membumikan kembali wayang kulit di tanah air tercinta ini.

Kiprah Pedalangan

  • Ribuan kali pementasan pewayangan di berbagai kota di Indonesia (1986—sekarang), dengan akumulasi rata-rata setiap tahunnya sebanyak 70 pementasan
  • Menggelar Wayang Simphony di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dalam rangka Sepekan Wayang Kebangsaan (2006).
  • Melahirkan konsep Wayang Kebangsaan, sebuah konsep pagelaran wayang yang mengangkat isu-isu kebangsaan dan nasionalisme.
  • Menggelar pentas Duel Dalang Kondang: Ki Enthus & Ki Manteb, di Monumen GBN Slawi, Tegal (2007)
  • Menggelar pentas Wayang Blong, dalam event Festival Seni Surabaya (2007).
  • Mewakili Indonesia dalam event Festival Wayang Internasional di Denpasar, Bali (2008)

Wayang Spektakuler

  • Wayang Goerge Bush (2006 dan 2008)
  • Wayang Saddam Husein (2006 dan 2008)
  • Wayang Osama bin Laden (2002)
  • Wayang Gunungan Tsunami Aceh (2006)
  • Wayang Gunungan Harry Potter (2006)
  • Wayang Batman (2001)
  • Wayang Alien (2001)
  • Wayang tokoh-tokoh politik (2001—sekarang)
  • Wayang Teletubies (tahun 2001)
  • Wayang Rai Wong (tahun 2005-2006)
  • Wayang Walisanga (tahun.....)
  • Wayang planet (2001—2002)
  • Wayang Wali (2004—2006)
  • Wayang Prayungan (2000—2001)
  • Wayang Simphony (2007)
  • Wayang Blong (2007)
  • Wayang Kebangsaan (2006—sekarang)
  • Wayang Minimalis (2007)
  • Wayang Barrack Obama

Penghargaan

  • Dalang terbaik se-Indonesia dalam Festival Wayang Indonesia (2005)
  • Gelar Doktor Honoris Causa bidang seni budaya dari International Universitas Missouri, U.S.A Laguna College of Bussines and Arts, Calamba, Philippines(2005).
  • 2007 memecahkan Rekor Muri sebagai dalang terkreatif dengan kreasi jenis wayang terbanyak (1491 wayang).
  • Pemuda Award Tahun bidang Seni dan Budaya, dari DPD HIPMI Jawa Tengah (2005).
  • Seniman Berprestasi

Karya Dalam Museum

  • Tropen Museum di Amsterdam, Belanda
  • Museum of Internasional Folk Arts (MOIFA) di New Meksiko
  • Museum Wayang Walter Angts di Jerman

Pameran Wayang

  • Pameran Wayang bertajuk Wayang adalah Rohku dalam rangka Dies Natalis STSI Surakarta(2003).
  • Pameran Wayang Grand Launching Wayang Rai Wong di Galeri Seni Rupa Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta (2006)
  • Pameran Wayang Rai Wong, di Galeri Merah Putih, Balai Pemuda Surabaya (2006).
  • Pameran Wayang Rai Wong dalam Pekan Wayang Kebangsaan, di Galeri Cipta II TIM – Jakarta (2007).
  • Pameran bersama Wayang Indonesia, diselenggarakan oleh Museum Wayang Indonesia, di Jakarta (2007).
  • Pameran Wayang Superstar:The Theatre World of Ki Enthus Susmono , 29 Januari sampai 30 Juni 2009, di Tropen Museum-Amsterdam, Belanda.

Senin, 07 Januari 2013

Menteri Pertanian

Ir. H. Suswono, MMA (lahir di Tegal, Jawa Tengah, 20 April 1959; umur 53 tahun) adalah politikus yang menjabat Menteri Pertanian Indonesia sejak 22 Oktober 2009. Sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI untuk periode 2004-2009 dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Suswono menjadi anggota DPR-RI melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX (Kab. Tegal, Kota Tegal, Kab. Brebes) dan dipercaya membidangi Bidang Pangan, Pertanian, Kehutanan, Perikanan, dan Kelautan di Komisi IV.

Sejarah hidup

Suswono adalah anak dari H. Asyraf dan Hj. Suratni. Suswono mempunyai enam adik: Suciati, Agus, Artati Budi, Arum, Arif, dan Iman Setiaji Suswono mempunyai empat orang anak: Anna Mariam Fadhilah, Adilah Ihsani, Muhammad Usaid Gharizah, dan Sarah Nabilah dari pernikahannya dengan Mieke Wahyuni

Pendidikan

Seminar dan Pelatihan

  • SEPADYA Depdikbud tahun 1987
  • Menghadiri Kongres Mahasiswa Islam Australia di Sidney tahun 1992Elemen B
  • Delegasi Departemen Kehutanan dan Perkebunan dalam rangka memenuhi undangan GTZ di Jerman tahun 2001
  • Studi Banding Agribisnis MMA IPB di Thailand dan China tahun 2002
Delegasi F-PKS ke Malaysia tahun 2004 dalam rangka advokasi permasalahan TKI di Malaysia

Piagam/Penghargaan

  • Lulusan Terbaik SEPADYA Angkatan I Kopertis Depdikbud tahun 1987
  • Pelajar Teladan Tingkat SLTA Kab. Tegal tahun 1978

Pekerjaan

Organisasi

Pemerintahan

  • Tenaga Ahli Menteri Kehutanan tahun 1999-2001
  • Anggota DPR RI Periode 2004-2009
  • Wakil Ketua Komisi IV DPR RI 2005-2009
  • Menteri Pertanian - Kabinet Indonesia Bersatu II 2009-2014

Pembantu Rektor III UNNES

Prof. Dr. Masrukhi M.Pd lahir di Tegal , 08 Mei 1962. Ia mengajar Dasar dan Konsep Pendidikan Moral dan Antropologi Budaya pada Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Fakultas Ilmu Sosial, Unnes. Studi S1 dan S2 di bidang Pendidikan Kewarganegaraan diperoleh di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Adapun studi doktoralnya ditempuh di Universitas Negeri Semarang dengan spesialisasi pada Pendidikan Nilai.
Menurut Prof. Masrukhi, M.Pd, pendidikan karakter di Indonesia adalah pendidikan karakter Pancasila. Nilai-nilai Pancasila menjadi nilai fundamental dalam membangun karakter manusia Indonesia. Pancasila harus menjadi kesadaran bersama (collective consciousness), berfungsi sebagai pedoman hidup. Model pembinaannya adalah secara komprehensif dan multi-approaches, mulai dari model pengembangan moral dari dimensi kognitif, afektif, dan juga behavioristik.
Berdasarkan risetnya ia mengkategorikan ada lima kelompok mahasiswa yang nampak dalam realitas diri dan sosial. Pertama adalah mahasiswa adalah idealis-konfrontatif, yang cenderung aktif menentang kemapanan, seperti melalui demonstrasi. Kedua, mahasiswa idealis-realistis, lebih kooperatif dalam perjuangan menentang kemapanan.
Ketiga, mahasiswa oportunis, yang cenderung mendukung pemerintah yang tengah berkuasa, kemudian keempat mahasiswa profesional, yakni mereka yang hanya berorientasi pada kuliah atau belajar. Empat wajah mahasiswa ini ternyata hanya ada sekitar 10 persen, selebihnya adalah wajah kelima, yakni mahasiswa rekreatif yang berorientasi pada gaya hidup glamour.
Kendati kelompok idealis presentasinya kecil dibandingkan dengan kelompok lain, secara bersama-sama mereka memiliki energi besar yang disebut collective consciousness.
Penelitian bidang pendidikan dan sosial yang telah dilakukannya, antara lain:
  1. Perilaku Wanita Hamil di Pedesaan Terhadap Pelayan Kesehatan dari Puskesmas dan Dukun Bayi (Kajian Nilai Masyarakat Tradisional, Kasus DesaNelayan di Kotamadia Tegal tahun 1999.
  2. Pola Penanganan Kepolisian terhadap Tindak Kekerasan pada Perempuan (Studi pada Polwiltabes Semarang) (2006).
  3. Model Penyadaran Kesetaraan dan Keadilan Gender di Pondok Pesantren (2005).
  4. Analisis Kebijakan Bupati Sragen dalam Pembangunan Bidang Pendidikan,Ekonomi, dan Kesehatan (2006)
  5. Figur Wanita Ideal dalam Perspektif Pria Sukses di Jawa Tengah (1999).
  6. Konflik Peran Ganda Wanita Bekerja (Studi pada para Pekerja Wanita Sektor Industri di Kawasan Semarang Barat (2000).
  7. Orientasi Gender Santriwati ; Studi Kasus di Pondok Pesantren Putri Al Islah Kodia Semarang (2000).
  8. Identifikasi Persoalan Gender untuk Menunjang Penyusunan Program Pembangunan Berwawasan Gender (Penelitian di Kabupaten Jeneponto, Selayar, Takalar, Bantaeng, dan Makassar) Kerja sama YP2SS dengan PAN Internasional Distrik Makassar (2001).
  9. Peranan Program Pembinaan Masyarakat Desa Hutan (PMDH) bagi Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Menjaga Kelestarian Hutan (Studi di Wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan Semarang) (2001).
  10. Orientasi Nilai Budaya Masyarakat Miskin (Penelitian pada beberapa komunitas nelayan miskin di Kota Semarang) (2001).
  11. Peningkatan Rancangan Perkuliahan Pendidikan Pancasila di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (2002).
  12. Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa dalam Pembelajaran PPKn melalui Penyajian Metode VCT (Value Clarification Technique) pada Kelas II SMU Negeri 3 Semarang (2002).
  13. Pengembangan Materi Ajar Berperspektif gender (Penelitian dan Pengembangan pada Mata Pelajaran PPKn SD) (2003).
  14. Profil Anak Jalanan Perempuan di Kota Semarang (Kebutuhan, Motivasi, dan Aspirasinya) (2003).
  15. Pemilikan dan Penguasaan Tanah Land Reform dan Kemiskinan Petani (Kasus Mutasi Tanah Pertanian di Kabupaten Pacitan), kerja sama Unnes dengan Pemkab Pacitan (2004).
  16. Ideologi Gender Media Pembelajaran (Penelitian pada Beberapa Taman Kanak-kanak di Kota Semarang) (2005).
  17. Energi Sosial Desa perannya dalam Pengentasan Kemiskinan (Penelitian di Kabupaten Pacitan Jawa Timur) (2005)
  18. Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) dalam Pembelajaran Pengetahuan Sosial di SD di Kota Semarang (2005).
  19. Model Penyadaran Kesetaraan dan Keadilan Gender di Pondok Pesantren (Penelitian Hibah Bersaing) (2005).
  20. Analisis Kebijakan Bupati Sragen dalam Pembangunan Bidang Pendidikan, Ekonomi, dan Kesehatan (2006).
  21. Kajian Strategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Pacitan (2006).
  22. Pola Penanganan Kepolisian terhadap Tindak Kekerasan pada Perempuan (Studi pada Polwiltabes Semarang) (2006).
  23. Studi tentang Implementasi Managemen Berbasis Sekolah (penelitian pada SMP Negeri di Kota Semarang) (2006).
  24. Sudi tentang Kinerja Kepala Sekolah di Era School Based Management (Penelitian pada sekolah dasar di Kota Semarang) (2007).

Sutradara Film "Habibie & Ainun"

Faozan Rizal adalah salah satu dari sedikit pembuat film Indonesia yang begitu mencintai media film. Ia lahir pada tahun 1973 di Tegal, Jawa Tengah.

Faozan Rizal belajar sinematografi di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Ia telah membuat banyak film pendek dan panjang, baik film cerita maupun dokumenter, untuk menggali kekayaan tekstur film serta bermain-main dengan ketegangan antara film dan fotografi. Ia juga membuat film-film tari bersama Katia Engel dan bekerjasama dengan seniman alam (nature artist) Andy Goldsworthy. Karya Faozan Rizal menunjukkan manusia dan alam dalam kesunyian yang meditatif.

Ia sendiri telah mempelajari tari Jawa klasik dan Bali, menekuni pendidikan seni lukis dan kemudian masuk sekolah film di La Femis, Paris. Karya-karya Faozan Rizal telah ditampilkan dalam berbagai festival internasional seperti Singapore International Film Festival, eKsperim[E]nto Film & Video Festival 2004 Filipina, Cinemanila International Film Festival dan Emirates Film Competition.

Faozan Rizal bekerja sebagai aktor, penata sinematografi, sutradara film dan mengajar di Fakultas Fotografi, Televisi dan Film Institut Kesenian Jakarta.

Limbad

Limbad (lahir di Tegal, Jawa Tengah, 6 Juli 1972; umur 40 tahun) adalah seorang pesulap Indonesia yang mengawali debutnya sejak duduk di bangku SMA. Popularitasnya semakin menanjak tatkala ia dinobatkan sebagai Master Magician dalam acara The Master yang ditayangkan oleh stasiun RCTI. Di setiap penampilannya, Limbad konsisten dengan alirannya, faqir magic, sebuah aliran yang selalu menampilkan adegan-adegan yang terkesan berbahaya dan memancing ketegangan.
Atraksi-atraksi yang disuguhkan Limbad adalah atraksi-atraksi yang diadaptasi dari Criss Angel dalam acara yang berjudul Criss Angel Mindfreak. Bukti nyatanya adalah atraksi dilindas buldoser dan atraksi saat digantung dengan helikopter. Atraksi tersebut telah ditayangkan di sebuah stasiun TV Amerika Serikat dalam Criss Angel Mindfreak musim 3 pada tahun 2007.

Kehidupan Pribadi

Dari hasil pernikahannya dengan Susi Indrawati, Limbad dikaruniai tiga orang putra/putri masing-masing: Muhammad Mahardika, Gina, dan Kesya. Keluarga ini sebelumnya menetap di Desa Dukuhwringin, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal. Namun kini, setelah menandatangani 'kontrak bisu' dengan salah satu stasiun televisi nasional, Limbad beserta istri dan putri bungsunya pindah di Jakarta. Selain para asistennya, Susi Indrawati merupakan juru bicara yang menyampaikan pemikiran Limbad kepada media cetak dan media elektronik.

Penghargaan

  • Pemenang The Master musim 2
  • Pemegang rekor berdiri selama 20 jam di atas tower ketinggian 20 meter, dari Indonesia Book Record.
  • Pemenang rekor di dalam aquarium selama 24 jam untuk menyambut piala dunia
  • Pemenang rekor dikubur hidup-hidup dengan semen selama 12 Jam untuk menyambut tahun baru 2012

Sinetronografi

Filmografi

Burung hantu

Ada yang menarik di setiap penampilan Limbad. Ia selalu membawa burung hantu bernama Burhan. Nama itu merupakan kependekan dari kata "burung hantu". Menurut pengakuan Limbad, burung hantu itu ia temukan sepuluh tahun silam, dalam keadaan hampir mati, di sebuah hutan. Oleh rasa kasihan, Limbad merawat burung itu hingga sekarang. Oleh panggemar Limbad (Limbaders), burung hantu itu dinamai Limbird.

Aksi Spektakuler

Berdiri 20 Jam

Limbad beraksi berdiri di sebuah menara ketinggian 20 meter dari hari Minggu, 23 Agustus 2009 Pkl. 22.35 WIB hingga Senin, 24 Agustus 2009 Pkl. 20.00 WIB, tanpa makan dan minum, aksi ini untuk didedikasikan ulang tahun RCTI yang ke-20. Aksi ini sekaligus mengukuhkan gelar dia sebagai seorang Master.

Manusia Beton

Limbad beraksi memasuki ke dalam Kotak beton pada 31 Desember 2011 Pkl. 12:00 WIB hingga 1 Januari 2012 Pkl. 00:00 WIB (12 jam), tanpa makan dan minum, aksi ini untuk didedikasikan dalam acara "Manusia Beton". Aksi ini sekaligus mengukuhkan gelar dia sebagai seorang Manusia Beton, lalu Limbad sukses menjadi Manusia Beton.

Human Aquarium

Dalam rangka menyambut Final Draw Piala Dunia yang diselenggarakan oleh RCTI, Limbad kembali melakukan aksi spektakuler dengan masuk ke dalam human aquarium selama 20 jam berturut-turut, mulai pukul 23:00 WIB, tanggal 3 Desember 2009.

Febri Yoga Sapta

Febri Yoga Sapta namanya, dia terpilih sebagai salah satu dari 12 kontestan Indonesian Idol 2012. Di awal penampilannya di spektakuler show yang lalu dia tidak diperhitungkan, seiring berjalannya waktu di karantina, ia mulai unjuk gigi.  ia tereliminasi tanggal 9 Juni 2012 kemarin.

Warna vokalnya yang khas dan cocok menyanyikan lagu apa saja membuatnya difavoritkan oleh ketiga juri Indonesian Idol 2012, admin juga memfavoritkan dia. Cowo yang tampil dengan ciri khas memakai topi ini memang punya bakat di bidang nyanyi, walaupun ketika masih remaja sempat hampir jadi ustadz. Berikut ini biodata lengkap Febri Idol.

Nama Lengkap : Febri Yoga Sapta
Nama Panggilan : Febri
Tempat Lahir : Tegal
Tanggal Lahir : 25 Februari 1988
Asal : Tegal
Facebooknya Febri :
Twitternya Febri : @FebriYoga_SR

Menteri Keuangan

Fuad Bawazier Foto:

Fuad Bawazier



Nama Lengkap : Fuad Bawazier
Alias : Fuad
Kategori : POLITIKUS
Agama : Islam
Tempat Lahir : Tegal, Jawa Tengah
Tanggal Lahir : Kamis, 22 September 1949
Zodiac : Leo
Warga Negara : Indonesia

No Relation
BIOGRAFI
-
PENDIDIKAN
S3 (doktor) ekonomi University of Maryland, Amerika Serikat.
S1 FE UGM.

KARIR
Anggota DPR-RI dari PAN (2004-2009)
Anggota MPR-RI dari PAN 1999-2004
Menteri Keuangan Indonesia Kabinet Pembangunan VII, 16 Maret 1998–21 Mei 1998
Dirjen Pajak Depkeu
Asisten dosen FE UGM
Ketua Persahabatan Indonesia-Malaysia (Prima).
Ketua Pengurus Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya 2002-2007.
Pengurus YPI Al-Azhar Jakarta.
Ketua DPP Partai Amanat Nasional.
Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI).
Ikatan Akuntan Indonesian (IAI).
Ketua Korps Alumni HMI (KAHMI).
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Pelajar Islam Indonesia (PII).

sumber : http://profil.merdeka.com/indonesia/f/fuad-bawazier/

Simon Santoso

Simon Santoso (lahir di Tegal, Jawa Tengah, 29 Juli 1985; umur 27 tahun) adalah salah satu pemain bulu tangkis Indonesia. Saat ini putra dari pasangan Hosea Lim dan Rahel Yanti ini adalah anggota Thomas Cup Indonesia 2008 dan 2010 dan menjadi pemain tunggal ketiga dalam tim. Sebelumnya ia juga pernah memperkuat tim Thomas Cup Indonesia pada tahun 2004 dan 2006. Simon Santoso juga pernah melawan Sony Dwi Kuncoro dalam Indonesia Open. Simon menjadi pemain tuggal kedua menggantikan Sony Dwi Kuncoro yang mengalami cedera tulang punggung.

Prestasi

Tunggal

  • 2003
    • Medali Perunggu SEA Games, Finalis Singapore Satellite
  • 2005
    • Medali Perak SEA Games
    • Juara Vietnam Satellite
    • Perempat final DJARUM INDONESIA OPEN,
  • 2006: Perempat final DJARUM INDONESIA OPEN
  • 2007: Finalis Swiss Open Super Series (SS), Semifinal Japan Open SS
  • 2008: Finalis Malaysia Open SS, Runner - up DJARUM INDONESIA SUPER SERIES, Juara Taiwan Open SS
  • 2009: Medali Emas SEA Games, Juara Denmark Open SS, Semifinal Korea Open SS, Semifinal Japan Open SS, Juara Chinese Taipei Grand Prix Gold
  • 2010: Perempat Final LI-NING SINGAPORE OPEN SUPER SERIES, Permpat Final DJARUM INDONESIA OPEN SUPER SERIES, Semi Final Kumpoo Macau Open Badminton Championships, Juara CHINESE TAIPEI GRAND PRIX GOLD
  • 2011: Medali Emas SEA Games
  • 2011: Semifinal Malaysia Open SS, Semifinalis Victor Korea Open Super Series Premier, Semifinalis WILSON Swiss Open Grand Prix Gold, Perempat final YONEX Open Japan
  • 2011: Semifinal Li Ning China Open 2011, Semifinal YONEX Open Japan, perempat final Li Ning China Open 2011, perempat final Kumpoo Macau Open
  • 2012
    • Perempat final Victor Korea Open 2012
    • Perempat final MAYBANK Malaysia Open Presented by PROTON
    • Runner - up YONEX German Open GPG 2012
    • Juara Djarum Indonesia Open Premier Super Series 2012
    • Semifinal YONEX Open Japan 2012
    • Perempat final INDONESIA OPEN GRAND PRIX GOLD BADMINTON 2012

Beregu

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Simon_Santoso

Parto Tegal

Soeparto


alias: Parto Tegal
Lahir: Saturday, 17 August 1940

Biografi

Lahir di Tegal. Pendidikan : Tamat PGAA melanjutkan ke Akademi Teater dan Film Universitas Sawerigading, Jakarta. Pernah bekerja di koperasi Angkatan Laut di Tegal sambil aktif dalam dunia sandiwara. Pertama kali main film pada tahun 1964 sebagai pemain pembantu dalam film "Nelajan Indonesia" dan "Langkah Langkah Dipersimpangan" (1965).  Kemudian menghilang dan aktif dalamsandiwara. Baru muncul kembali dalam film "Mat Dower" (1969) "Djalang" (1970), "Romusha" (1972), "Pelarian" (1972), "Rahasia Perawan" (1975), "Ranjang Siang Ranjang Malam" (1975), "Letnan Harahap" (1977) "Nafas Perempuan" (1978), dan lain-lain.Sering muncul di TV dalam pementasan-pementasan drama. Di awal tahun 1960-an pernah ikut group drama pimpinan WS Rendra.

sumber : http://filmindonesia.or.id/movie/name/nmp4be91421cc3b5_parto-tegal#.UOur1K5G34Z

Imam Tantowi

Imam Tantowi (lahir di Tegal, Jawa Tengah, 13 Agustus 1946; umur 66 tahun) adalah seorang sutradara senior Indonesia. Film-film yang disutradarainya kebanyakan adalah film-film laga. Awal kariernya dimulai dalam lakon sandiwara antara tahun 1966-1969, sebagai pemain dan sutradara. Ia juga pernah bekerja sebagai pembuat poster film, kemudian ia pindah ke Jakarta dan mendapat kesempatan untuk terlibat dalam pembuatan film Biarkan Musim Berganti (1971), sebagai dekorator. Setelah itu ia juga memperoleh kesempatan memegang jabatan sebagai penata artistik dalam film Si Rano (1973). Dalam film Tukang Kawin (1977), ia menjadi asisten sutradara, lalu menulis skenario untuk film Dang Ding Dong (1978). Ia menjadi sutradara pada tahun 1982.
Setelah beberapa kali masuk sebagai nominasi Festival Film Indonesia di Yogyakarta untuk Penulis Skenario terbaik dalam film ke dua garapannya Lebak Membara, dan kemudian ia juga mendapat nominasi Cerita Asli untuk Film dalam film Carok (FFI di Bandung, (dalam film ini El Manik menjadi Aktor pembantu terbaik), akhirnya ia berhasil menyabet Piala Citra untuk Penulis Cerita Asli terbaik dalam film Si Badung (FFI Jakarta 1989. Film garapannya itu mendapat berbagai penghargaan yaitu: Film musikal terbaik dan Film anak-anak Terbaik. Setelah itu ia kemudian sekali lagi menyabet Piala Citra untuk Sutradara Terbaik dalam film Soerabaia 45 pada FFI 1991, disamping mendapat nominasi sebagai Penulis Skenario dan juga penyunting terbaik.
Malangnya, setelah itu Film nasional hancur lebur karena kuatnya monopoli peredaran dan bioskop yang dikuasai oleh Assosiasi Importir film, baik Amerika, Eropa, maupun Mandarin dan Asia non-Mandarin yang sejatinya adalah satu payung raksasa yang sangat dominan. Namun munculnya beberapa stasiun televisi swasta bisa menjadi ladang rejeki dari Imam Tantowi. Dia mulai menulis cerita dan skenario. Dan lagi-lagi dalam festival Sinetron dia pun sering masuk sebagai nominasi maupun sebagai pemenang. Dia berhasil menyabet Piala Vidya sebagai: Penulis Cerita Asli terbaik dalam Festival Sinetron Indonesia 1994 (dalam judul sinetron Madu Racun Dan Anak Singkong, Penulis Cerita Asli terbaik dalam Festival Sinetron Indonesia tahun 1995 dalam sinetron Jejak Sang Guru. Selain itu, ia juga meraih penghargaan sebagai penulis skenario komedi dan meraih predikat terbaik dalam Festival Sinetron Indonesia 1996 dalam Sinetron komedi Suami-Suami Takut Isteri. Dalam judul yang sama, ia juga mendapat penghargaan sebagai Penulis Cerita Asli Komedi Terbaik.
Sampai sekarang ia masih rajin menulis cerita dan skenario. Karya terbarunya adalah Bang Jagur dan Maha Kasih, dengan sebuah episodenya yang fenomenal, yaitu “Tukang Bubur Naik Haji” yang langsung menduduki rating pertama pada tayangan perdananya. Sementara tayangan ulangnya seminggu kemudian, menduduki rating ke-2.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Tantowi